Manfaat Kacang Almond untuk Tidur Nyenyak Menurut Studi Terbaru

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:18:31 WIB
Ilustrasi kacang almond [FOTO: NET].

JAKARTA - Kendala sulit tidur atau membutuhkan durasi lama untuk terlelap sanggup memicu stamina tubuh menurun keesokan harinya. Kondisi demikian kerap mendorong seseorang berburu aneka cara demi mengamalkan kualitas tidur yang nyenyak.

Di samping mendisiplinkan jadwal rehat, asupan makanan harian nyatanya turut memegang peranan penting. Salah satu bahan yang disorot yakni kacang almond, yang dinilai berpotensi menyokong peningkatan kualitas tidur.

Melansir Women's Health, sebuah studi klinis termutakhir mengamati 175 subjek dewasa berusia 21–55 tahun di India dengan keluhan tidur yang buruk. Para peserta lantas dikelompokkan secara acak untuk mengonsumsi kisaran 50 butir almond utuh saban hari atau mengudap camilan alternatif bertenaga kalori setara selama rentang waktu lima bulan.

Tim peneliti selanjutnya mengukur kualitas tidur peserta melalui serangkaian pengujian, mencakup pemindaian gelombang otak, analisis sampel darah, hingga catatan mandiri dari para peserta terkait dinamika rehat mereka.

Hasil pengamatan menunjukkan, kelompok yang mengonsumsi almond mengeluhkan gangguan tidur yang lebih minim serta lebih mudah terlap jika dibandingkan dengan kelompok yang mengudap camilan tanpa almond.

Mengapa Almond Bisa Membantu Tidur?

Kacang almond kaya akan deretan nutrisi yang diduga saling berkelindan dengan pemulihan kualitas tidur. Ahli diet Jessica Cording, RD, memaparkan bahwa almond merupakan lumbung magnesium yang baik.

“Almond merupakan sumber magnesium yang baik, yang berdasarkan banyak penelitian dapat membantu tidur lebih nyenyak karena berpengaruh terhadap relaksasi otot, pengaturan produksi melatonin, dan pengaturan sistem saraf,” ujar Cording.

Selain pasokan magnesium, almond juga memuat kandungan triptofan. Berdasarkan penuturan ahli diet Keri Gans, RD, tubuh mengolah triptofan guna memproduksi serotonin dan melatonin, dua komponen kimiawi yang memegang peran kunci dalam mekanisme tidur.

Riset tersebut turut mendapati kadar melatonin berada pada level yang relatif lebih tinggi di kelompok pengonsumsi almond.

Kendati demikian, Gans memberikan catatan bahwa temuan tersebut belum bisa dijadikan konklusi mutlak bahwa almond secara langsung memicu peningkatan melatonin atau bahwasanya melatonin menjadi faktor tunggal di balik membaiknya kualitas tidur.

Almond pun memuat kombinasi protein, lemak baik, serta serat yang sanggup menjaga kestabilan kadar gula darah. Menurutnya, ritme gula darah yang stabil menjadi salah satu pilar esensial untuk menyokong tidur yang berkualitas.

Jangan Berlebihan Makan Almond

1. Tetap Perhatikan Jumlah Konsumsi Kendati riset memperlihatkan potensi positif, bukan berarti semakin berlimpah almond yang dilahap akan membikin tidur secara otomatis kian nyenyak.

Uji klinis tersebut memang memanfaatkan sekitar 50 butir almond per hari, akan tetapi takaran itu menyumbang asupan protein, lemak, dan kalori dalam porsi yang lumayan masif.

Oleh sebab itu, porsi almond idealnya diposisikan sebagai pilar pelengkap dalam manajemen pola makan menyeluruh, bukannya sekadar ditambahkan begitu saja ke dalam pola makan yang sudah ada.

Penelitian ini pun tak lepas dari keterbatasan. Di samping berfokus secara khusus pada almond, studi tersebut memperoleh kucuran dana dari Almond Board of California. Para pakar menilai kajian lanjutan masih sangat dibutuhkan demi menyingkap korelasi komprehensif antara konsumsi almond dan kualitas tidur.

2. Tetap Perhatikan Kebiasaan Sebelum Tidur Bilamana perut merasa lapar menjelang jam tidur, almond dapat diandalkan sebagai opsi kudapan bernutrisi yang gampang dicerna. Walau begitu, camilan tersebut tak sanggup mendepak peran kebiasaan utama penunjang tidur.

“Mengonsumsi almond sebelum tidur bukanlah pengganti kebiasaan yang mendukung tidur, seperti menjaga kebersihan tidur, memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten, membatasi kafein pada sore atau malam hari, aktif secara fisik, dan mengelola stres,” jelas Cording.

Almond dapat diselipkan sebagai bagian dari rutinitas tidur yang sehat, tetapi bukan merupakan solusi kilat guna memberantas masalah tidur. Apabila kendala sulit tidur terus berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas harian, langkah terbaik adalah berkonsultasi langsung dengan ahli medis.

Terkini