Berbagai Dampak Sering Scrolling HP Sebelum Tidur bagi Kesehatan Otak

Jumat, 28 Agustus 2026 | 03:56:01 WIB
Ilustrasi Scrolling HP Sebelum Tidur.

JAKARTA - Menggulir atau scrolling HP sebelum tidur telah menjadi kebiasaan banyak orang saat ini. Namun tanpa disadari, kebiasaan tersebut sanggup memengaruhi kesehatan otak.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada organ otak ketika seseorang sibuk mengoperasikan ponsel menjelang tidur? Simak penjelasannya dalam ulasan artikel ini.

Tidur sendiri memegang peranan sangat krusial dalam upaya menjaga kesehatan tubuh. Momen tidur menjadi kesempatan bagi sel-sel dalam tubuh untuk melangsungkan regenerasi.

Artinya, setiap individu sangat dianjurkan untuk memperoleh waktu tidur yang berkualitas demi memetik semua manfaatnya. Sayangnya, kegiatan mengoperasikan HP kerap kali merusak proses tidur. Hal ini bukanlah asumsi belaka, sebab sejumlah riset telah membuktikan dampak scrolling HP menjelang tidur pada otak. Apa saja dampaknya?

Otak menerima sinyal seolah-olah hari belum berakhir Paparan cahaya dari layar gawai, terutama komponen gelombang pendek, sanggup memengaruhi sistem sirkadian tubuh. Indra penglihatan mengantongi sel peka cahaya yang menyalurkan informasi mengenai kondisi terang serta gelap menuju sistem pengatur jam biologis di dalam otak.

Dampaknya, terpaan cahaya pada waktu malam hari sanggup menunda fase jam biologis serta membuat tubuh belum siap terlelap pada jam yang seharusnya.

Salah satu bukti ilmiah ditemukan melalui penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).

Studi itu membandingkan aktivitas membaca e-book berlayar cahaya dengan buku cetak. Hasilnya memperlihatkan bahwa kelompok yang membaca e-book membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantuk serta menggeser jam biologis tubuh.

Produksi melatonin ditekan, otak menunda sinyal tidur Melatonin merupakan jenis hormon yang memberikan sinyal pada tubuh bahwa saatnya untuk terlelap. Paparan cahaya di malam hari dapat menghambat proses pelepasannya.

Masih merujuk pada penelitian yang sama, pemakaian gawai menjelang tidur memicu penurunan sekresi melatonin bila dibandingkan dengan membaca buku cetak.

Riset lain yang dimuat dalam jurnal Brain Communications mengutarakan temuan serupa. Penelitian pada kelompok remaja serta dewasa menemukan bahwa membaca lewat ponsel pintar tanpa filter cahaya biru memicu penurunan melatonin secara signifikan. Pada kelompok dewasa muda, kadar melatonin tercatat masih lebih rendah ketika waktu terlelap tiba.

Otak tetap berada dalam kondisi 'terjaga' Studi yang dipublikasikan di dalam Journal of Adolescence mencermati kebiasaan pemakaian media sosial pada malam hari. Penelitian menemukan bahwasanya kebiasaan itu terhubung erat dengan timbulnya cognitive arousal atau peningkatan keterjagaan mental sebelum tidur.

Kondisi tersebut bakal bermuara pada waktu tidur yang bergeser makin larut serta membutuhkan durasi lebih panjang untuk bisa tertidur lelap.

Otak kehilangan waktu untuk beregenerasi Salah satu persoalan utama akibat kebiasaan scrolling HP menjelang tidur ialah kian tergerusnya durasi tidur harian.

Sebagaimana telah dijelaskan, tidur merupakan momen bagi sel-sel tubuh untuk melakukan pembaharuan atau regenerasi. Terpangkasnya durasi tidur menjadikan waktu bagi sel-sel otak untuk beregenerasi kian menyusut.

Aktivitas scrolling HP sebelum tidur memang tidak secara langsung merusak organ otak. Akan tetapi, kebiasaan tersebut membuat waktu tidur berkurang hingga berdampak pada banyak fungsi tubuh.

Terkini