Luhut Ungkap Penggunaan AI di E-Katalog Hemat Anggaran Hingga 30%

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:16:02 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mampu memangkas anggaran sebesar 20% hingga 30%.

Menurut pandangannya, lewat penyatuan sistem beserta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemerintah membidik penghematan anggaran dari alur pengadaan barang dan jasa tersebut.

"Melalui integrasi E-Katalog, kemarin kami mengadakan rapat di kantor saya, kami bisa menghemat sekitar 20% hingga 30% dari anggaran ini," ucapnya di Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Luhut mengamati bahwa sebelum AI diimplementasikan secara menyeluruh, pemerintah masih menemui sederet anomali di dalam sistem. Kendati demikian, menurutnya, kehadiran AI membuat celah penyimpangan tersebut kian sukar dilakukan. Bahkan pengoperasian AI menjadikan suatu program bergulir secara terbuka dan presisi sehingga sanggup mempermudah alur kerja.

Luhut membeberkan bahwa pemerintah juga sedang mematangkan dashboard presiden yang memfasilitasi Kepala Negara untuk memantau data secara langsung.

Dashboard tersebut bakal menyatukan data lintas kementerian. Selanjutnya, AI akan difungsikan guna membaca, menyelaraskan, serta menyinkronkan pelbagai data yang ada.

“Kami sedang mempersiapkan dashboard presiden, sehingga presiden dapat melihat secara langsung data apa pun yang ingin diperoleh. Jadi, Anda tidak bisa berbohong dengan sistem ini,” katanya.

Luhut menegaskan kembali bahwa dashboard tersebut nantinya mengintegrasikan data antarkementerian. AI seterusnya dipakai untuk membaca, menyinkronkan, serta menyelaraskan aneka data yang terhimpun.

Dorong SDM Lokal Kembangkan AI

Di samping itu, menurutnya pemerintah konsisten memacu penguatan pembayaran digital beserta platform pertukaran digital yang bakal terkoneksi dengan National Single Window di Kementerian Keuangan.

Luhut menyampaikan bahwasanya pemerintah masih terus memoles portal tersebut lantaran menjumpai beberapa kendala. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwasanya pengembangan sistem ini digarap penuh oleh tim teknis dalam negeri tanpa bantuan pihak asing.

“Kami tidak mendapatkan dukungan dari luar negeri; kami mengerjakannya sendiri dengan tim teknis kami,” ujar Luhut.

Ia menerangkan bahwa dirinya tengah mengupayakan pengerjaan oleh tim teknis Indonesia demi membuktikan kapabilitas anak bangsa dalam mengarsiteki teknologi digital.

Menurutnya, Indonesia tidak sepatutnya cuma bersandar pada kemampuan teknologi kepunyaan China maupun Amerika Serikat.

“Saya mengatakan kepada mereka, mengapa hanya China dan Amerika? Mengapa bukan Indonesia?” tuturnya.

Luhut mengklaim bahwasanya dalam rentang enam bulan belakangan, tim teknis Indonesia sukses membuktikan kecakapannya untuk menyempurnakan sistem, termasuk mengeskalasi teknologi dari blockchain menuju inovasi yang disebutnya Personal Knowledge Container.

“Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa melakukan perbaikan. Kami juga dapat mengembangkan teknologi dari blockchain menjadi apa yang kami sebut Personal Knowledge Container,” jelasnya.

Terkini