Pemkot Bandung Optimalkan Bandara Husein Pacu Ekonomi-Pariwisata

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:56:02 WIB
Suasana Bandara Husein Sastranegara [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Kota Bandung mengoptimalkan reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai sarana vital untuk memperkokoh branding kota sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di sektor pariwisata, perdagangan, hingga pendidikan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan pengaktifan kembali bandara ini bukan sekadar menyediakan akses transportasi, melainkan menjadi kesempatan besar bagi Pemkot Bandung guna memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.

Lewat kemitraan bersama PT Angkasa Pura, sejumlah area di kawasan bandara bakal disulap menjadi media promosi yang menarik. Langkah ini meliputi penyediaan videotron serta penataan ruang tunggu yang difungsikan sebagai wadah pengenalan kekayaan seni, budaya, hingga kuliner lokal kepada para penumpang.

“Angkasa Pura menyediakan space untuk melakukan branding kota dan kami bekerja sama dengan salah satu pengusaha reklame di Kota Bandung,” kata Farhan.

Farhan menjelaskan strategi branding ini bakal menyentuh aspek emosional dan sensorik para pelancong. Pemkot Bandung saat ini tengah menjajaki dukungan anggaran serta sponsor untuk menghadirkan pertunjukan seni tradisional dan display produk kuliner unggulan di area bandara.

“Branding Kota Bandung ini kami akan mulai dari, masalah rasa. Mau rasa di hati, rasa di lidah atau rasa di pikiran masing-masing selama ada di Kota Bandung,” ujarnya.

Tidak berhenti pada promosi visual, Pemkot Bandung juga tengah melakukan negosiasi terkait pengadaan ruang komersial di terminal keberangkatan. Ruangan tersebut diproyeksikan menjadi outlet resmi penjualan produk-produk khas Kota Bandung demi mendongkrak daya saing UMKM lokal.

“Ini deal terpisah. Kami sedang menjajaki kerja sama di terminal keberangkatan untuk menyewa sebuah ruangan untuk outlet penjualan produk-produk khas Kota Bandung,” jelasnya.

Dari sisi operasional, Farhan mencatat kinerja penerbangan menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Garuda Group, tingkat keterisian pesawat (load factor) saat ini masih bertahan di atas 90%. Meski demikian, jumlah penumpang harian saat ini masih berkisar 1.000 orang, atau masih di bawah target awal sebesar 3.000 penumpang per hari.

“Kalau 3.000 penumpang kami mulai merasakan bebannya bertambah. Sedangkan target besarnya kami ingin mendapatkan kembali 2,7 juta (penumpang). Kalau 2,7 juta itu berarti sekitar 9.000 penumpang per hari. Ini akan lain sekali rasanya,” tuturnya.

Guna mendukung peningkatan aktivitas tersebut, Pemkot Bandung terus melakukan pembenahan infrastruktur di sekitar area bandara, termasuk perbaikan jalan dan optimalisasi penerangan jalan umum (PJU). Tahap berikutnya, pembenahan akan menyasar akses jalan ke arah utara yang terhubung menuju gerbang Tol Pasteur.

Selain pariwisata dan perdagangan, Pemkot Bandung turut menyiapkan strategi jangka menengah untuk memperkuat sektor pendidikan. Menjelang semester pertama 2027, Pemkot akan merangkul perguruan tinggi di Bandung untuk berpromosi di daerah-daerah yang memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan Bandara Husein Sastranegara.

“Kami akan mendorong promosi perguruan tinggi Bandung di luar Kota Bandung yang memiliki destinasi penerbangan dengan Husein Sastranegara,” ungkap Farhan.

Menurutnya, kemudahan akses transportasi udara menjadi variabel penting yang mampu menarik minat calon mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara.

“Kalau demikian, kami mempromosikan kemudahan akses melalui penerbangan. Bagaimanapun juga untuk pendidikan kami akan investasi besar,” pungkasnya.

Terkini