Angkasa Pura Indonesia Tanam 14.000 Mangrove di Kalimantan Barat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:23:31 WIB
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio menanam 14.000 pohon mangrove di Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio melaksanakan penanaman 14.000 pohon mangrove di Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Penanaman dipusatkan di kawasan Ekowisata Pelangi Kapuas Park, Kecamatan Sungai Kakap, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," kata Deputy Regional Human Capital & Business Support Kantor Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Muhamad Haikal di Sungai Raya, Sabtu (29/8/2026).

Dia menerangkan, program ini ditujukan untuk merawat ekosistem pesisir, mengantisipasi abrasi, serta menopang upaya penekanan emisi karbon di area pesisir Kabupaten Kubu Raya.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyerapan program InJourney Green – Fokus Alam yang mendorong pemeliharaan aksi lingkungan berkelanjutan di area sekitar operasional perusahaan.

"Pemilihan Sungai Kupah sebagai lokasi penanaman mempertimbangkan potensi kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata mangrove yang dikembangkan bersama masyarakat setempat," ujarnya.

Haikal menyampaikan penanaman mangrove tidak sebatas agenda penghijauan biasa, namun merupakan investasi jangka panjang untuk ekosistem pesisir serta warga setempat.

“Penanaman 14.000 pohon mangrove ini bukan sekadar program seremonial penghijauan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan keberadaan bandara dan aktivitas operasional perusahaan diharapkan tak cuma membawa dampak ekonomi, tetapi juga memberi manfaat atas keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program ini terwujud lewat kerja sama PT Angkasa Pura Indonesia bersama pemerintah daerah, instansi terkait, hingga tokoh masyarakat. Beberapa pejabat yang turut hadir di antaranya perwakilan Balai Pengelolaan Ekosistem Mangrove dan Gambut, Kepala DLH Kubu Raya, Camat Sungai Kakap, serta Kepala Desa Sungai Kupah.

Di samping memulihkan fungsi ekologis di wilayah pesisir, penanaman mangrove diproyeksikan sanggup memperkuat nilai pikat Pelangi Kapuas Park sebagai pusat edukasi dan rekreasi alam.

Pengembangan ekowisata ini diharapkan menciptakan dampak ekonomi bagi warga sekitar lewat peningkatan kegiatan wisata, sekaligus memicu partisipasi warga dalam menjaga area mangrove.

"PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program TJSL yang berkelanjutan dan inklusif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan," tuturnya.

Terkini