Gedung Danareksa Bakal Digunakan Danantara Sebagai Kantor PFII

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:38:02 WIB
Menteri Investasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani [FOTO: NET].

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa kantor Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta bakal ditempatkan di Gedung Danareksa.

Hal itu disampaikannya sesudah memberikan sambutan dalam acara Jakarta Investment Festival 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut keterangannya, lantai khusus bagi PFII akan berlokasi di Danareksa. "Iya sudah, nanti lokasinya di sekarang tuh yang Gedung Danareksa. Di situ sedang kami rapikan untuk agar bisa berjalan," katanya.

Rosan menuturkan bahwa pemerintah saat ini tengah mematangkan susunan kepemimpinan dan membentuk tim penanggung jawab aksi tersebut.

Menurutnya, tim ini nantinya diisi oleh jajaran yang memiliki rekam jejak, tingkat kredibilitas, dan pengalaman teruji, guna menumbuhkan optimisme serta kepercayaan investor ke depan.

"Sedang dipersiapkan dan dari pemerintah juga sedang menyiapkan pimpinannya, timnya sedang dibentuk sesuai dengan track record, kredibilitas yang baik, yang proven sehingga bisa membawa kepercayaan atau trust confidence kepada nanti investor-investornya ke depan," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah sudah menetapkan titik lokasi sementara PFII di Jakarta, sekaligus membuka peluang perluasan menuju Bali dan wilayah lain demi menarik arus investasi besar dari investor global.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara dalam perhelatan Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“PFII ini akan menjadi wajah baru pusat-pusat keuangan kami. Jakarta dan mungkin Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia,” ujar Presiden Prabowo.

Terkini