Rupiah Berpeluang Menguat pada Perdagangan Senin 31 Agustus 2026 Besok

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:06:01 WIB
Ilustrasi Rupiah.

JAKARTA - Kombinasi pelemahan terbatas indeks dolar AS dan kondisi dalam negeri yang kondusif memberikan ruang bagi nilai tukar rupiah untuk bergerak menguat pada awal pekan mendatang.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat, 28 Agustus 2026, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,29 persen atau naik 51 poin ke posisi Rp17.693 per dolar AS. Sejalan dengan hal tersebut, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia turut menguat 0,33 persen ke posisi Rp17.703 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat tersebut ditopang oleh kombinasi sentimen eksternal dan dinamika mata uang regional di tengah sikap wait and see para pelaku pasar.

Indeks dolar AS bergerak terbatas jelang pidato petinggi bank sentral AS (The Fed), memberikan angin segar bagi mata uang Asia untuk mencatatkan apresiasi. Hal ini didukung oleh pergerakan mata uang kawasan yang cenderung menguat, seperti won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia.

Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi menjelaskan bahwa meredanya ketidakpastian global serta masuknya sentimen positif dari kawasan turut memicu penguatan rupiah.

"Pelemahan terbatas dolar AS dan konsolidasi global memberikan ruang bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, untuk terkoreksi positif atau mencatat apresiasi," ujar Rahma.

Dari sisi internal, persepsi risiko investor asing kian membaik seiring situasi dalam negeri yang kembali kondusif. Komitmen pemerintah serta Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan fiskal dan moneter turut menjadi benteng pertahanan bagi stabilitas nilai tukar.

Minimnya rilis data fundamental baru membuat pelaku pasar berfokus merespons dinamika likuiditas valas dan arah kebijakan moneter. Langkah intervensi dan stabilisasi BI diperkirakan tetap menjadi faktor kunci penjaga pergerakan nilai tukar.

Rahma memproyeksikan pergerakan mata uang domestik akan tetap berada dalam rentang yang stabil pada perdagangan awal pekan.

"Langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui instrumen operasi moneter juga terus dicermati oleh pelaku pasar untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali di kisaran level Rp 17.600–Rp 17.700 per dolar AS pada Senin (31/8/2026)," kata Rahma.

Terkini