Pasca-Gempa NTT, Kemenhub Tinjau dan Percepat Pemulihan Bandara

Selasa, 01 September 2026 | 18:21:32 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memacu percepatan pemulihan bandara yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur demi menjaga keselamatan penerbangan, membenahi infrastruktur, serta menjamin konektivitas masyarakat tetap bergulir di kawasan tersebut.

"Pemulihan pada sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan menjadi prioritas untuk dilakukan (pemulihan)," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Ia menerangkan bahwa Kementerian Perhubungan lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melangsungkan peninjauan langsung di beberapa bandar udara yang terdampak gempa di area NTT.

Lukman menyebutkan peninjauan dijalankan sebagai bagian dari langkah memastikan kelayakan kondisi infrastruktur serta fasilitas penerbangan sekaligus memacu pemulihan pascagempa.

Dalam inspeksi tersebut, Lukman turut didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali Cecep Kurniawan, Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Capt. Renato Joelfian Joesaki, dan Kepala Bagian Keuangan Arif Priyo Utomo.

Lukman menyambangi sejumlah bandar udara, mencakup Bandar Udara Komodo, Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandar Udara Soa Bajawa, serta Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng.

Ia menekankan peninjauan ditujukan untuk memantau secara langsung kondisi fasilitas maupun aset bandar udara pascagempa, memetakan kebutuhan, penanganan, dan menjamin langkah pemulihan dapat dieksekusi secara tepat serta terukur.

Saat peninjauan, Lukman menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas bencana yang menimpa kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan salah satu lokasi yang menjadi fokus perhatian adalah Bandar Udara Soa Bajawa. Merujuk hasil pemantauan, pemulihan pada deretan struktur bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan diprioritaskan untuk digarap.

Lukman menegaskan hasil temuan lapangan bakal menjadi pijakan bagi Ditjen Perhubungan Udara dalam menetapkan langkah tindak lanjut dan skala prioritas pemulihan atas fasilitas bandar udara yang terdampak.

“Kami ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik," ucapnya.

Berikutnya, pihak Kemenhub segera menindaklanjuti sesuai kadar kerusakan dan kebutuhan supaya fasilitas bandar udara sanggup segera dipulihkan dan kembali menyokong aktivitas warga beserta konektivitas di wilayah NTT.

Kemenhub juga secara konsisten berkoordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait dalam penanganan dampak bencana, dengan tetap memprioritaskan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan di tiap tingkatan pemulihan.

Di samping mengecek kondisi infrastruktur bandara, Lukman turut menyalurkan bantuan secara langsung kepada jajaran di lokasi terdampak sebagai wujud kepedulian dan dorongan bagi para pegawai yang tetap bertugas di tengah situasi pascabencana.

Rangkaian peninjauan serta penyerahan bantuan tersebut diharapkan sanggup mengakselerasi proses pemulihan bandar udara terdampak sekaligus menyuntikkan dukungan moral bagi seluruh jajaran di daerah.

"Agar tetap semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Terkini