Gandeng SMF, BTN Bidik Sekuritisasi KPR hingga Rp500 Miliar

Selasa, 01 September 2026 | 22:25:32 WIB
Logo Bank BTN [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membidik sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) berkolaborasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dengan nominal berkisar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di sela-sela kegiatan Penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

“Size-nya engga gede, sekitar Rp300 miliar–500 miliar,” kata Nixon, dikutip pada Selasa (1/9/2026).

Di samping aksi sekuritisasi KPR, perseroan juga sedang merancang penerbitan obligasi subordinasi atau subdebt. Nixon menginstruksikan agar kedua langkah strategis korporasi tersebut dapat dirampungkan pada akhir tahun ini.

“Mungkin akhir tahun juga,” ujarnya.

Agenda kerja sama tersebut sejatinya telah dibeberkan oleh Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I/2026 pada Juli 2026 lalu. Saat itu, pimpinan tertinggi di BTN ini memaparkan tengah melakukan penjajakan aksi korporasi bersama SMF, yakni mencakup sekuritisasi dan transaksi pembelian obligasi.

“Itu sedang kami bahas, tapi saya minta bonds-nya tier-2 capital itu kalau jadi akan kami lakukan di semester II/2026,” ujarnya.

Di lain pihak, BTN pada September 2026 memiliki agenda melepas surat utang dalam denominasi rupiah dengan proyeksi perolehan dana yang hendak dikumpulkan bernilai sekitar Rp2 triliun. Meskipun demikian, pihaknya tetap menimbang kondisi dinamika pasar dan bakal mempublikasikan nominal resminya dalam waktu dekat.

“Kisarannya kami masih lihat pasar, tapi dalam waktu dekat kami akan mengumumkan bond kami mau berapa. Targetnya sih Rp2 triliun aja,” ungkap Nixon.

Nixon tidak membeberkan secara spesifik mengenai varian obligasi yang hendak dilepas oleh BTN. Walau begitu, dirinya menggarisbawahi bahwa obligasi ini terpisah dari agenda kerja sama dengan SMF maupun wacana penerbitan global bond.

Dirinya menerangkan bahwa BTN menetapkan opsi untuk tidak menerbitkan global bond mengingat fokus utama perseroan saat ini dialokasikan demi mencukupi kebutuhan likuiditas dalam bentuk rupiah.

“Global bonds memang kami enggak perlu karena kurs kan kayak begini, sementara kami butuhnya buat rupiah,” pungkasnya.

Terkini