BI Jamin Ketersediaan Uang Tunai di NTT Pascagempa Flores Tereksekusi

Selasa, 01 September 2026 | 02:58:32 WIB
Bank Indonesia (BI).

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memelihara ketersediaan uang tunai di Nusa Tenggara Timur (NTT) di tengah bergulirnya proses pemulihan pascagempa bumi yang mengguncang Flores sejak 15 Agustus 2026.

Di samping mendistribusikan bantuan kemanusiaan, bank sentral memastikan operasional layanan kas terus berjalan guna mencegah kelumpuhan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, yang mewakili Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali dalam seremoni pelepasan bantuan di Jakarta, Senin (31/8/2026), menyampaikan bahwa BI Pusat telah berkoordinasi intensif dengan kantor perwakilan BI di wilayah NTT demi menjamin ketercukupan uang tunai.

"Kami minta masyarakat NTT tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan uang tunai. BI memastikan kebutuhan tersebut tetap menjadi perhatian dan akan terus dijaga melalui koordinasi dengan kantor perwakilan BI di wilayah NTT," kata Denny.

Langkah menjaga kelancaran sistem pembayaran serta peredaran uang kertas menjadi amat krusial mengingat akses perbankan konvensional kerap terhambat akibat kerusakan fasilitas fisik maupun terputusnya arus listrik pascabencana.

Dalam kondisi darurat, ketersediaan fisik uang tunai memegang peranan penting dalam menggerakkan transaksi ekonomi harian warga, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok hingga aktivitas di pasar-pasar lokal.

Selain menjalankan fungsi moneter, BI turut menyerahkan total bantuan kemanusiaan seberat 32,5 ton yang mencakup sembako, alat dapur, perlengkapan sanitasi, obat-obatan, perlengkapan keluarga, tenda pemukiman, hingga kebutuhan bayi.

Denny menjelaskan bahwasanya pengiriman logistik dilakukan secara bertahap sejak awal bencana menyesuaikan dengan fase kedaruratan di lapangan.

Pengiriman awal bergulir pada 24 Agustus 2026 sebesar 8,5 ton berisi obat-obatan dan bahan pangan darurat, disusul tahap kedua pada 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton bahan pokok, serta tahap ketiga sebanyak 14,3 ton yang didominasi tenda, velbed, dan generator set (genset).

Mewakili lembaga, Denny turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang tidak hanya merusak fasilitas umum namun juga membawa duka bagi keluarga korban.

"Bank Indonesia berharap masyarakat di NTT senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan untuk menghadapi situasi sulit serta proses pemulihan setelah bencana," ujarnya.

Penyaluran logistik ini dieksekusi melalui sinergi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, serta Badan Perwakilan Pemerintah Provinsi NTT.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menerangkan bahwa lebih dari 2.000 ton bantuan telah dihimpun di gudang logistik BNPB Halim Perdanakusuma, dengan 98 persen di antaranya sudah berhasil didistribusikan ke lokasi bencana.

Pengiriman memanfaatkan armada penerbangan TNI AU dan kapal TNI AL, yang kemudian diteruskan menggunakan armada truk langsung menuju kabupaten tujuan agar sebaran bantuan tidak menumpuk di satu titik semata.

"Bantuan tersebut bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dan berbagai institusi untuk memberikan harapan kepada masyarakat NTT," kata Raditya.

Sementara itu, Kepala Penghubung Provinsi NTT Florida Taty Setyawati mengutarakan bahwa kondisi topografi wilayah sempat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyaluran bantuan.

Oleh karena itu, pola pengiriman langsung ke titik terdampak seperti yang diterapkan BI dinilai amat efektif mempermudah pasokan barang mendesak, terutama genset untuk mengatasi krisis listrik.

Menutup keterangannya, Denny menegaskan bahwa proses pemulihan NTT membutuhkan masa yang tidak singkat, sehingga sinergi lintas lembaga antara BI, pemerintah, TNI, dan Pemda akan terus dipertahankan hingga kehidupan masyarakat kembali normal.

Terkini