Aturan dan Etika Penggunaan Tombol Panggilan Pesawat Bagi Penumpang

Selasa, 01 September 2026 | 03:31:31 WIB
Ilustrasi Pramugari Dipesawat.

JAKARTA — Menggunakan tombol panggilan (call button) di dalam kabin pesawat kerap menimbulkan keraguan bagi penumpang. Sebagian orang khawatir tindakan tersebut dinilai mengganggu tugas awak kabin.

Namun, seorang pramugari berpengalaman bernama Leanna Coy meluruskan persepsi tersebut serta membagikan etika penggunaan fasilitas itu secara tepat.

Melalui unggahan video di platform TikTok, Leanna mengaku lebih senang apabila penumpang memanfaatkan tombol panggilan saat memerlukan bantuan, ketimbang menunggu pramugari melintas di lorong kabin.

Menurut Leanna, menekan tombol panggilan sangat membantu awak kabin dalam merespons kebutuhan penumpang saat memiliki jeda waktu kerja.

Sebagai contoh, jika penumpang membutuhkan air minum, menekan tombol tersebut memberikan sinyal agar pramugari dapat datang melayani setelah tugas utama mereka selesai.

Sebaliknya, mengandalkan momen saat pramugari kebetulan melintas di lorong justru berisiko membuat permintaan penumpang terlewat karena fokus perhatian awak kabin terbagi.

Meski demikian, Leanna menegaskan tidak keberatan jika penumpang menyampaikan permohonan langsung ketika ia sedang berada di lorong.

Kendati menganjurkan penggunaan tombol panggilan, Leanna menekankan dua kondisi utama di mana penumpang diimbau tidak menekan tombol tersebut untuk urusan non-mendesak:

1. Meminta Pengambilan Sampah

Leanna menegaskan bahwa tombol panggilan bukan sarana untuk memanggil petugas sekadar membuang sampah pribadi. Hal ini berkaitan dengan protokol kebersihan dan perlindungan diri dari kuman.

"Saya punya aturan yang sangat ketat. Saya tidak menyentuh apa pun tanpa sarung tangan," kata Leanna, mengutip Yahoo. Lagi pula, awak kabin dipastikan rutin berkeliling membawa kantong sampah khusus setelah layanan makanan dan minuman selesai.

2. Saat Lepas Landas dan Mendarat

Penumpang diminta tidak menyala-nyalakan tombol panggilan untuk hal-hal sepele pada fase takeoff (lepas landas) maupun landing (mendarat). Pada fase krusial ini, seluruh awak kabin wajib tetap duduk di kursi keselamatan demi mematuhi regulasi penerbangan.

Pengecualian untuk Situasi Darurat

Aturan penundaan tersebut tidak berlaku apabila terjadi kondisi darurat, seperti gangguan kesehatan mendadak atau potensi bahaya di dalam kabin.

Dalam situasi kritis, penumpang sangat dianjurkan untuk segera menekan tombol panggilan kapan saja demi mendapatkan pertolongan cepat dari awak kabin.

Terkini