Orang Tua Wajib Waspada Tanda Usus Buntu saat Anak Sakit Perut

Selasa, 01 September 2026 | 05:26:01 WIB
Ilustrasi anak sakit perut.

JAKARTA - Rasa nyeri di bagian perut pada buah hati sebaiknya tidak disepelekan begitu saja oleh orang tua. Dokter spesialis anak membeberkan batasan yang membedakan rasa mules biasa dengan serangan usus buntu, terutamanya jika intensitas sakit kian memburuk, menjalar ke sisi kanan bawah, hingga dibarengi demam tinggi serta muntah.

Atas dasar itu, para orang tua diimbau tidak langsung menyimpulkan seluruh rasa mules pada anak sebagai keluhan ringan semata.

“Sakit perut ini merupakan keluhan yang umum pada anak, artinya cukup sering dialami. Kami sebagai dokter anak ataupun orang tua harus hati-hati kalau sakit perut itu ada karakteristik-karakteristik yang khusus,” kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K) pada seminar daring IDAI, Selasa.

Ia menerangkan, skenario klasik peradangan usus buntu atau appendicitis akut pada anak usia tanggung, remaja, hingga dewasa umumnya diawali oleh menurunnya selera makan. Kondisi tersebut lantas disusul timbulnya rasa nyeri di area tengah, tepatnya di sekitar ulu hati atau pusar.

Usai rasa sakit memuncak, penderita biasanya bakal mengalami mual muntah. Mengikuti pola utamanya, titik nyeri kemudian bergeser ke perut bagian kanan bawah yang menjadi lokasi organ usus buntu berada.

Kendati demikian, dokter menegaskan bahwasanya indikasi usus buntu pada kelompok anak-anak tidak selalu berjalan sesuai skenario baku. Gejala yang timbul sangat berpotensi menyamai gangguan kesehatan lain, seperti peradangan saluran cerna, konstipasi, infeksi pada saluran kemih, hingga beragam penyakit lainnya.

Oleh karena itu, orang tua dituntut cermat memantau perkembangan kondisi fisik sang anak. Rasa nyeri yang skalanya kian hebat, terutamanya di rongga kanan bawah, serta rasa sakit yang memuncak saat tubuh anak terguncang, melangkah, atau melompat wajib dicermati.

“Muntah yang muncul setelah sakit perutnya itu ada. Itu juga harus hati-hati. Sakit perut yang disertai demam itu juga harus hati-hati,” ujarnya.

Ia turut menekankan bahwa munculnya rasa sakit luar biasa kala area perut disentuh atau ditekan halus bukanlah bentuk reaksi mengada-ada dari sang anak.

“Jadi kalau ada tanda-tanda bahaya ini, kami harus juga waspada bahwa salah satunya adalah usus buntu,” katanya.

Ia mengimbau orang tua untuk segera melarikan anak ke fasilitas kesehatan apabila skala nyeri bertambah parah, anak menunjuk area kanan bawah sebagai pusat sakit, rasa mules memburuk saat bergerak, dibarengi muntah, atau kondisi tubuh anak tampak menurun drastis, lemas, terus memejamkan mata, hingga merintih kesakitan.

Terkini