3 Cara Praktis Ambil Keputusan Terbaik Agar Tidak Berpikir Berlebihan

Rabu, 02 September 2026 | 02:03:32 WIB
Ilustrasi mengambil keputusan [FOTO: NET].

JAKARTA - Setiap hari, manusia senantiasa dihadapkan pada serangkaian pilihan yang seakan tak ada habisnya. Mulai dari sekadar menentukan menu makan siang di sela jam istirahat, hingga memutuskan apakah Anda bersedia meluangkan waktu untuk hadir pada acara kumpul bersama rekan.

Merenungkan suatu pilihan beserta dampaknya secara berlebihan merupakan sebuah kebiasaan yang sangat umum terjadi, hingga proses berpikir terus-menerus ini kerap kali membuat Anda merasa kewalahan atau bahkan terjebak dalam kebuntuan.

Sebagian besar dari kami mungkin masih berpegang teguh pada pemikiran bahwa kebahagiaan sejati selalu datang dari pilihan yang 100 persen tepat di setiap kesempatan. Namun, psikiater dr. Sue Varma, mengingatkan bahwa kebahagiaan justru tidak hanya ditemukan dalam satu keputusan yang sempurna.

"Sebaliknya, hal itu datang dari membuat pilihan terbaik dengan informasi yang kamu miliki saat ini, yang sering kali sudah cukup baik meski tidak sempurna," ujar Varma, melansir Today, Selasa (1/9/2026).

Tiga aturan untuk mengambil keputusan terbaik

Varma membagikan sebuah konsep praktis yang terdiri dari tiga aturan. Konsep ini pada dasarnya merupakan kerangka kerja psikologis yang sederhana. Mereka dirancang khusus untuk mengurangi rasa lelah dalam mengambil keputusan, sekaligus membantumu melangkah maju dengan penuh rasa percaya diri.

"Latihan ini memberi kamu kesempatan untuk mempersempit pilihan dan bergerak maju dengan kejelasan yang lebih besar," jelas Varma.

1. Batasi hanya tiga pilihan utama

Daripada membuang energi untuk menimbang terlalu banyak opsi yang membingungkan pikiran, mulailah dengan mengidentifikasi tiga pilihan terkuat saja. Langkah penyaringan awal ini akan membuat otakmu jauh lebih mudah dalam mengelola berbagai kemungkinan yang tersedia.

Menurut Varma, melakukan pembatasan jumlah opsi ini sangat efektif karena mampu mengubah proses pengambilan keputusan yang semula terasa sangat rumit menjadi sesuatu yang jauh lebih ringan dan mudah dikendalikan.

2. Tentukan tenggat waktu yang pasti

Untuk mencegah kebiasaan berpikir berlebihan yang menguras tenaga, Anda harus menetapkan batas waktu yang jelas sebelum memutuskan sesuatu. Dengan menerapkan konsep tiga aturan ini, berikanlah dirimu waktu selama tiga menit, tiga jam, tiga hari, tiga minggu, atau tiga bulan untuk mencapai sebuah kesimpulan akhir.

Bagi keputusan besar yang menyangkut arah hidup Anda, seperti merencanakan pindah ke kota baru, menggunakan jangka waktu yang lebih panjang tentu sangat bijaksana. Sebaliknya, jika Anda sekadar memilih apa yang ingin disantap untuk makan malam, cobalah untuk melatih instingmu dengan menentukannya dalam waktu maksimal tiga menit saja.

3. Hanya dengarkan tiga orang terpercaya

Mendapatkan sudut pandang atau saran dari orang lain kerap kali menjadi kunci penting untuk membuat pilihan yang seimbang. Sayangnya, terlalu banyak menerima masukan dari berbagai pihak luar justru sering kali memicu kebingungan baru ketimbang membangun rasa percaya diri Anda.

"Sering kali, kami memasukkan banyak gagasan dari berbagai orang ke dalam kepala kami, dan itu bisa memperburuk keadaan kami," kata Varma.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membatasi jumlah orang yang Anda mintai pendapat. Pilihlah secara selektif tiga orang kepercayaan saja, yakni mereka yang benar-benar memahami prinsip hidup serta nilai-nilai personal yang Anda pegang selama ini.

Cara menerapkan tiga aturan pengambilan keputusan

Pertama, pastikan Anda memiliki jam tidur dan istirahat yang cukup agar tidak terlalu reaktif terhadap situasi di sekitarmu. Tidur yang berkualitas merupakan faktor penentu utama yang menopang kemampuan otakmu untuk menghasilkan keputusan yang efektif.

Selanjutnya, belajarlah untuk lebih mempercayai nilai-nilai hidup yang Anda pegang teguh daripada menuruti suasana hati yang bisa berubah sewaktu-waktu. Varma secara khusus menekankan bahwa tidak semua keputusan akan selalu terasa mudah dilakukan, dan munculnya rasa tidak nyaman bukan berarti Anda telah mengambil jalan yang salah.

"Banyak orang memberi tahu saya bahwa saat mereka membuat keputusan yang menantang, mereka merasa bahagia setelahnya. Saya sangat percaya pada ketidaknyamanan jangka pendek demi keuntungan jangka panjang," kata Varma.

Terkini