Alasan MSIG Life Andalkan Obligasi Pemerintah Dalam Investasi

Rabu, 02 September 2026 | 02:40:32 WIB
Warga melintas didepan logo MSIG Life di Jakarta.

JAKARTA - PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk. (LIFE) mengemukakan bahwa obligasi pemerintah menjadi salah satu pilar instrumen utama dalam portofolio investasi perusahaan.

Director MSIG Life Eiji Takahashi menuturkan penempatan dana pada instrumen tersebut sangat selaras dengan karakteristik kewajiban (liabilitas) perusahaan yang berorientasi jangka panjang.

“Di tengah tingkat imbal hasil yang masih menarik, kami terus mempertimbangkan profil liabilitas, tingkat risiko, serta kondisi pasar dalam setiap keputusan investasi, sehingga tetap selaras dengan tujuan jangka panjang dan kerangka manajemen risiko perusahaan,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (2/9/2026).

Eiji Takahashi menekankan bahwa perusahaan konsisten menjalankan strategi investasi secara disiplin serta disesuaikan terhadap sasaran maupun profil risiko tiap portofolio.

Eiji Takahashi menambahkan, MSIG Life turut mengeksekusi diversifikasi penempatan investasi pada instrumen pasar domestik hingga mancanegara. Langkah ini dibarengi pengawasan konstan terhadap dinamika ekonomi dan pergerakan pasar.

“Untuk menyesuaikan strategi investasi secara proaktif, dengan tetap berfokus pada kinerja investasi yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” tutur Eiji Takahashi.

Lebih jauh, Eiji Takahashi menilai tantangan investasi pada semester II 2026 masih membayang dari dinamika global maupun domestik, seperti pergerakan tingkat suku bunga, tensi geopolitik Timur Tengah, serta postur fiskal nasional.

Menurut Eiji Takahashi, serangkaian variabel tersebut berpotensi memicu volatilitas pasar dan memengaruhi persepsi para investor. Kendati demikian, ia tetap optimistis ada ruang pertumbuhan kinerja investasi hingga akhir tahun.

“Hal ini didukung oleh kinerja laba perusahaan yang secara umum masih sesuai dengan ekspektasi,” pungkas Eiji Takahashi.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membukukan total akumulasi investasi industri asuransi jiwa pada semester I 2026 mencapai Rp564,42 triliun, atau merangkak naik 2,4 persen (year-on-year/YoY) dari nilai sebelumnya Rp551,31 triliun.

Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI Meylindawati Tjoa mengutarakan capaian tersebut membuktikan kontribusi industri dalam mengelola dana jangka panjang sekaligus memenuhi kewajiban bagi pemegang polis.

“Pengelolaan investasi pada perusahaan anggota tetap dilakukan dengan memperhatikan profil risiko kebutuhan kewajiban jangka panjang, serta prinsip kehati-hatian,” ucapnya, Senin (31/8/2026).

Meylindawati Tjoa merincikan bahwa perolehan hasil investasi industri asuransi jiwa sepanjang semester I 2026 sempat mengalami hambatan cukup berat, yang ditandai dengan koreksi sebesar 115,3 persen YoY menjadi minus Rp2,47 triliun dari semula Rp16,19 triliun.

Terkini