JAKARTA - Perusahaan yang terafiliasi dengan Andry Hakim, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), bersiap menerbitkan sebanyak-banyaknya 11,80 miliar lembar saham baru lewat aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue.
Mengutip prospektus ringkas perseroan, harga pelaksanaan aksi rights issue CBRE ini ditetapkan sebesar Rp108 per saham. Melalui penawaran umum terbatas tersebut, perseroan berpotensi meraup dana emisi mencapai Rp1,27 triliun.
Rasio HMETD yang disepakati adalah 100 : 260, yang berarti setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) per 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak mendapatkan 260 HMETD. Satu HMETD memberi hak untuk memboyong satu saham baru senilai Rp25 per saham.
Aksi korporasi ini bakal mengubah susunan pemegang saham lantaran dua pemegang saham utama memilih absen mengeksekusi haknya. PT Omudas Investment Holdco (OIH) yang menguasai 61,13 persen saham dan PT Republik Capital Indonesia (RCI) pemilik 9,30 persen saham telah mengonfirmasi tidak akan mengambil HMETD tersebut.
Sebagai gantinya, OIH serta RCI mengalihkan porsi haknya kepada empat investor, yaitu PT Garuda Nusantara Mineral (GNM), PT Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited (HSIL).
Seluruh penerima pengalihan HMETD tersebut berkomitmen menyerap seluruh hak yang didapat lewat skema konversi utang menjadi modal sesuai Perjanjian Pinjaman tertanggal 31 Oktober 2025.
“Penyetoran atas pelaksanaan HMETD tersebut akan dilakukan dalam bentuk konversi hak tagih berdasarkan Perjanjian Pinjaman menjadi penyertaan modal,” tulis pihak manajemen CBRE dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2026).
Pada rinciannya, PT Garuda Nusantara Mineral menyerap 3,28 miliar HMETD lewat konversi utang Rp354,06 miliar (setara US$20 juta dengan asumsi kurs Rp17.703 per dolar AS). PT Saga Investama Sedaya mengeksekusi 2,05 miliar HMETD via konversi piutang Rp221,29 miliar (setara US$12,50 juta).
Selanjutnya, Yafin Tandiono Tan mengeksekusi 1,80 miliar HMETD melalui konversi nilai piutang Rp194,73 miliar (setara US$11 juta). Adapun Hilong Shipping Holding Limited bakal mengambil 819,58 juta HMETD lewat konversi piutang senilai Rp88,52 miliar (setara US$5 juta).
Sisa HMETD yang tidak dialihkan OIH dan RCI bakal dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham lain yang memesan melebihi porsi haknya. Manajemen mengingatkan bahwa pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi akan terkena dilusi kepemilikan hingga 72,22 persen.
Berdasarkan struktur modal per 21 Agustus 2026, modal dasar perseroan berada di angka 20,00 miliar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham atau setara Rp500,00 miliar. Modal ditempatkan dan disetor penuh tercatat 4,54 miliar saham senilai Rp113,45 miliar, sedangkan saham dalam portepel tersisa 15,46 miliar saham atau setara Rp386,55 miliar.
Peta kepemilikan saham disetor saat ini dipegang oleh PT Omudas Investment Holdco sebesar 61,13 persen (2,77 miliar saham), PT Republik Capital Indonesia sebesar 9,30 persen (422,24 juta saham), Andry Hakim sebesar 5,57 persen (252,76 juta saham), serta publik sebesar 24,00 persen.