Kunci Anak Sekolah Siap Belajar Melalui Gizi Seimbang dan Otot Tidur

Rabu, 02 September 2026 | 05:48:31 WIB
Ilustrasi Gaya Hidup Sehat.

JAKARTA - Menerapkan pola hidup bersih dan sehat semenjak usia sekolah tidak semata-mata bertujuan menjaga kondisi fisik agar tetap fit. Rutinitas harian seperti menyantap sarapan, melakukan olahraga, hingga tidur yang cukup juga menjadi bagian dari upaya mendasari kesiapan anak dalam menempuh aktivitas pembelajaran.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A.

Menurut Mega, peserta didik memerlukan perhatian yang menyeluruh, bukan hanya dari cakupan akademis saja, melainkan juga aspek kesehatan serta pembentukan karakter.

"Mudah-mudahan ya, dengan adanya paling tidak kerjasama dari KAO ini ya Akan lebih men-support kalian ya, terutama dari segi kesehatannya, dari segi gizinya, dan juga dari segi pengetahuannya," ucapnya.

Dalam agenda peluncuran program edukasi pembiasaan hidup sehat di SMPN 73 Jakarta, Mega memperkenalkan konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Berbagai poin yang diangkat mencakup rutinitas bangun pagi, makan pagi, berolahraga, beribadah, berinteraksi sosial, belajar, hingga pemenuhan waktu tidur.

Dari deretan poin tersebut, pemenuhan gizi menjadi aspek utama yang disorot. Mega menekankan bahwa aktivitas makan bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan wajib memperhatikan kadar nutrisi di dalamnya.

"Jadi kalian tidak cuma makan saja, tetapi kalian juga harus tahu yang kalian makan apa," pesan Mega.

Selanjutnya, ia menyinggung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada para siswa. Asupan nutrisi di pagi hari diharapkan sanggup memacu daya konsentrasi murid saat menerima pelajaran di kelas.

"Terus mudah-mudahan kalian pagi juga bisa lebih konsentrasi ya, sudah mendapat asupan gizi," ujarnya.

Mega pun mengimbau agar para siswa memahami komposisi piring makan mereka, termasuk ketersediaan karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.

"Jadi harus ada nasinya, harus ada proteinnya, harus ada sayurnya Oke? Harus ada buahnya juga, biar bergizi, dan biar isi piringku seimbang," imbuhnya.

Gaya hidup sehat ini tidak berhenti pada urusan konsumsi pangan semata, melainkan juga mencakup latihan fisik dan keteraturan jam istirahat.

Dalam dialognya, Mega mengingatkan pentingnya keteraturan jam tidur agar para pelajar sanggup terbangun tepat waktu tanpa tergesa-gesa.

"Terakhir apa? Biar bangun paginya gak ke siangan Tidur cukup Tidur cepat, tidur cukup, bener gak?"

Kementerian Kesehatan turut menilai bahwa institusi pendidikan memiliki andil yang sangat vital. Sekolah tidak cuma menjadi wahana menimba ilmu, melainkan juga tempat pembentukan kebiasaan hidup sehat.

Ketua Tim Kerja Peran Serta dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Khusus, Adhi Sambodo menyatakan bahwa kesehatan mesti terintegrasi dalam keseharian siswa di lingkungan sekolah.

"Bagaimana tidak hanya kecerdasan secara edukasi didapatkan (anak), tapi bagaimana sehat juga menjadi pola hidup kami di sekolah," kata Adhi.

Upaya ini diwujudkan melalui edukasi hidangan bergizi, olah fisik, kebersihan lingkungan, imbauan bebas rokok, imunisasi, hingga pemeliharaan kesehatan mental.

Sejalan dengan hal itu, Ketua Tim Kerja Peningkatan Literasi Kesehatan di Institusi Pendidikan Kemenkes RI, Nur Fatayani menyebut sepertiga durasi harian anak habis di sekolah. Oleh sebab itu, sekolah wajib menjamin lingkungan yang higienis serta menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Terkini