Isu Gaza Warnai Perebutan Kursi Eks PM Inggris Keir Starmer

Kamis, 03 September 2026 | 18:33:00 WIB

ONLINEKINI.ID

Kursi Panas di London dan Jejak Suara Pro-Palestina

Polanski mengonfirmasi pencalonannya kepada Camden New Journal, Jumat (20/6/2025). Ia menyatakan ikatan personal yang kuat dengan daerah pemilihan tersebut. “Saya telah tinggal dan bekerja di komunitas ini selama bertahun-tahun. Saya mengenalnya dengan baik, dan saya mencintainya,” ujarnya, seperti dikutip media lokal.

Holborn dan St Pancras bukan sekadar kursi parlemen biasa. Pada pemilihan umum dua tahun lalu, daerah ini menjadi barometer kekuatan isu pro-Palestina. Seorang kandidat independen yang berkampanye menentang perang genosida Israel di Gaza meraup hampir 19 persen suara. Kandidat Partai Hijau saat itu juga mendapat lebih dari 10 persen dukungan, menunjukkan erosi dukungan terhadap Partai Buruh di basis mereka sendiri.

Kritik Tajam Polanski ke Partai Buruh

Polanski menegaskan perbedaannya dengan mesin politik Starmer. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menuduh Partai Buruh lebih berpihak pada kepentingan korporasi ketimbang masyarakat. “Buruh berdiri untuk perusahaan dan uang besar,” tulis Polanski di X. “Saya akan membela rakyat dan komunitas kami.”

Partai Hijau menyebut langkah ini sebagai upaya merebut pemilih sayap kiri yang kecewa dengan kepemimpinan Starmer yang dianggap terlalu ke tengah.

Momentum Partai Hijau dan Tantangan Elektoral

Sejak Polanski memimpin partai setahun lalu, Partai Hijau mencatatkan prestasi mengejutkan. Mereka memenangkan by-election di Greater Manchester, wilayah yang lama menjadi basis kuat Perdana Menteri Andy Burnham ketika menjabat wali kota. Jajak pendapat nasional bahkan pernah menempatkan elektabilitas Partai Hijau hingga 20 persen.

Namun, Polanski tidak bebas dari hambatan. Lembaga survei YouGov mencatat popularitas pribadinya menurun setelah ia mengkritik polisi terkait cara penangkapan seorang pria yang diduga menusuk dua orang Yahudi di London utara pada April lalu.

Dinamika Politik di Balik Pengunduran Diri Starmer

Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota parlemen pada Selasa (17/6/2025), menyebutnya sebagai waktu yang tepat setelah 11 tahun mewakili daerah tersebut. Keputusan ini datang enam pekan setelah ia lengser dari jabatan Perdana Menteri, akibat kehilangan dukungan mayoritas anggota parlemen Partai Buruh yang berkuasa.

Kursi Holborn dan St Pancras sebelumnya dipegang cukup aman oleh Starmer, meski pada pemilu 2024 perolehan suaranya turun signifikan. Kini, dengan tanpa anggota petahana, konstituen ini terbuka untuk persaingan yang lebih ketat. Partai Buruh dipastikan akan berjuang keras mempertahankan kursi warisan pemimpin mereka, sementara Partai Hijau melihat celah untuk menembus jantung kekuasaan politik Inggris di London.

Terkini