Relawan Pendekar 08 Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT

Kamis, 03 September 2026 | 22:18:01 WIB
Warga korban Gempa NTT di kecamatan Kuwus Barat mendapatkan bantuan dan pendampingan dari relawan Pendekar 08 [FOTO: NET].

JAKARTA - Warga korban Gempa NTT di Kecamatan Kuwus Barat memperoleh bantuan serta pendampingan dari relawan Pendekar 08. Bantuan kemanusiaan disalurkan bagi warga yang kediamannya mengalami kerusakan, khususnya masyarakat yang sampai saat ini bertahan di tempat pengungsian sementara.

Pendekar 08 turut memberikan dukungan moral dan melangsungkan kegiatan trauma healing demi membantu memulihkan kondisi psikologis warga pascabencana.

Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan hunian darurat, bahan pangan, kebutuhan keluarga dan anak-anak, hingga peralatan kebersihan. Logistik yang diberikan di antaranya berupa dua paket tenda komando dan paket sembako. 

Perhatian terhadap anak-anak dan keluarga diwujudkan lewat penyaluran satu dus popok, satu dus makanan pendamping anak Promina, serta satu dus susu SGM. Di samping itu, kebutuhan kebersihan diri dipenuhi melalui penyaluran satu dus sabun mandi, satu dus sikat gigi, serta dua dus pasta gigi.

Aksi kemanusiaan Pendekar 08 di Kecamatan Kuwus Barat merupakan bagian dari agenda organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ancilla Yanny Irmella. Selain Kuwus Barat, distribusi bantuan turut menyasar area terdampak gempa lainnya di Pulau Flores, seperti Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Nagekeo.

Melalui penyerahan bantuan dan kehadiran langsung para relawan di lokasi bencana, Pendekar 08 berupaya menyokong kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menyalurkan dukungan moral serta psikologis selama masa pemulihan pascagempa. 

Bagi warga terdampak, pendampingan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan penyemangat bahwa mereka tidak berjuang sendirian di masa sulit.

Camat Kuwus Barat Francis Kusudukis menerangkan bahwa sebanyak 826 rumah di wilayah Kecamatan Kuwus Barat mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Bencana gempa bumi juga merusak sejumlah fasilitas publik dan bangunan milik warga. Kantor Kecamatan Kuwus Barat bahkan dilaporkan rusak total, disertai beberapa rumah adat yang turut terdampak.

Di Dusun Ndaung, Desa Compang Kolang, sedikitnya 21 rumah rusak berat. Warga yang tempat tinggalnya tak dapat lagi ditempati terpaksa mengungsi di luar rumah beratap terpal seadanya. Situasi tersebut menjadikan kebutuhan akan tempat tinggal yang aman serta layak semakin mendesak, mengingat musim hujan segera tiba.

Camat Kuwus Barat Francis Kusudukis menyampaikan apresiasi kepada relawan Pendekar 08 yang hadir secara langsung untuk menjangkau dan mendampingi warga. Menurutnya, kehadiran para relawan dan penyaluran bantuan mengalirkan semangat baru bagi masyarakat dalam menjalani masa pemulihan.

“Kami atas nama pemerintah, baik masyarakat, apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu, luar biasa dari trauma healing, bantuan, lihat mama-mama sekarang sudah gembira dengan kehadiran Bapak,” ujar Francis, Selasa (1/9/2026).

“Harapan masyarakat terkait dengan rumah yang rusak berat, yang tidak bisa dihuni, dia hanya dapat bantuan kalau bisa karena nginap di luar seperti ini, hanya tinggal di terpal, maka diharapkan bisa dibantu untuk dibangunkan rumah, karena mereka tidak bisa masuk rumah maka dia harus buat kemah di luar, apalagi sebentar lagi musim hujan,” katanya.

Terkini