Transformasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas

Kamis, 03 September 2026 | 00:48:01 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Brantas Abipraya akan segera menyelesaikan langkah rasionalisasi 29 entitas usahanya sebagai bagian dari agenda transformasi perseroan agar kembali berfokus pada lini bisnis utama di bidang kontraktor.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Kamis (3/9/2026).

Dony melangsungkan pertemuan bersama jajaran direksi PT Brantas Abipraya guna meninjau progres transformasi serta penataan ulang struktur entitas usaha perseroan.

Melalui langkah penyederhanaan (streamlining) ini, Brantas Abipraya bakal merampingkan struktur bisnis dengan menyisakan entitas induk serta menutup operasional anak-anak usaha yang dipandang tak lagi relevan dalam menopang fokus bisnis utama.

Dony memandang bahwa efisiensi tersebut merupakan momentum krusial bagi Brantas Abipraya untuk memperkokoh fundamental perseroan sekaligus mempertajam fokus pada lini bisnis kontraktor.

Di samping itu, dirinya turut mendorong agar Brantas mampu menjadi salah satu BUMN Karya dengan penyelesaian proses penataan yang paling terakselerasi.

Transformasi yang dijalankan Brantas Abipraya merupakan bagian integral dari peta jalan penataan BUMN Karya secara menyeluruh.

Penyederhanaan struktur korporasi ini diharapkan sanggup menekan angka inefisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menjadikan perseroan kian fokus dan kompetitif dalam mengoperasikan bisnis intinya.

Tercatat hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN beserta anak usahanya telah ditata lewat skema likuidasi, penggabungan (merger), hingga pelepasan saham (divestasi).

BP BUMN berkolaborasi dengan Danantara terus mematangkan arah perbaikan BUMN melalui penyusunan peta strategi lima tahunan yang berfungsi sebagai acuan dalam membangun korporasi milik negara yang lebih sehat, berdaya saing, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah.

Melalui rincian peta jalan tersebut, BP BUMN dan Danantara berkomitmen mempercepat perombakan BUMN secara komprehensif, mulai dari penguatan fondasi bisnis, pembinaan talenta, pengoptimalan teknologi, hingga penguatan daya saing di kancah global.

Lewat berbagai tahapan ini, BP BUMN bersama Danantara menargetkan terciptanya BUMN Indonesia yang kian tangguh, berdaya saing tinggi, serta mampu berkiprah di tingkat internasional, termasuk menembus jajaran Fortune 500.

Terkini