Transformasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Pangkas 29 Anak Usaha

Kamis, 03 September 2026 | 01:36:02 WIB
Hunian Sementara di Pidie Jaya, Aceh yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - BUMN kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) bersiap mengakhiri proses pangkas 29 entitas usaha sebagai langkah strategis penyederhanaan struktur bisnis dan penguatan fokus pada bisnis inti.

Langkah perampingan atau streamlining itu dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran manajemen Abipraya.

Melalui proses tersebut, Brantas Abipraya akan menyederhanakan struktur usaha dengan menyisakan induk perusahaan dan mengakhiri keberadaan anak usaha yang tidak lagi diperlukan dalam mendukung fokus bisnis utama.

Dony menyatakan langkah ini menjadi momentum bagi perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan serta memacu efisiensi bisnis konstruksi, sehingga menjadi BUMN Karya yang paling cepat menuntaskan transformasi.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat," ujar Dony, Kamis (3/9/2026).

Penyederhanaan struktur usaha ini diharapkan dapat memangkas inefisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya saing perseroan dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur ke depan.

Sebelumnya, Dony juga melakukan pertemuan dengan manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) untuk membahas arah transformasi perusahaan kontraktor pelat merah.

Dalam arahannya kepada manajemen WIKA, Dony menekankan pentingnya menyusun laporan keuangan secara presisi dan objektif yang benar-benar mencerminkan posisi fundamental perseroan tanpa ada rekayasa pembukuan.

“Kami yang realistis saja, tidak mau akal-akalan. Kami ingin tahu dulu riilnya berapa yang harus diperbaiki. Hal-hal yang khayalan kami coret,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa langkah pembenahan WIKA juga diarahkan pada optimalisasi aset yang dapat didivestasi guna mereduksi kewajiban utang serta memperbaiki struktur modal. Melalui pendekatan ini, restrukturisasi diharapkan mampu memperkuat ruang gerak fundamental perseroan ke depan.

Untuk PTPP, Danantara mendorong agar transformasi dan aksi korporasi dilakukan secara tuntas tanpa penundaan. Dony menggarisbawahi bahwa strategi merger akan didahulukan sebelum tahap restrukturisasi lanjutan.

Proses merger akan diawali dengan penataan kondisi keuangan PT PP secara menyeluruh. Penyesuaian dan koreksi terhadap laporan keuangan diperlukan untuk memastikan posisi perusahaan dapat dipetakan secara transparan.

Setelah proses merger selesai, penataan akan dilanjutkan melalui restrukturisasi. Langkah ini diarahkan agar PTPP dapat memiliki struktur bisnis yang lebih fokus dan mampu mengoptimalkan potensi pada bisnis inti.

“PTPP diharapkan dapat memiliki struktur perusahaan yang lebih efisien dan fokus, sehingga mampu mengoptimalkan potensi bisnis inti serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” pungkas Dony.

Terkini