Prabowo Inginkan Kerja Sama Energi dengan Rusia Tak Sekadar Komitmen, Bahlil Siap Kawal Tindak Lanjut

Jumat, 04 September 2026 | 03:38:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Kepastian itu disampaikan Bahlil di sela-sela rangkaian kunjungan kerja Presiden di Vladivostok, Kamis (5/9). Ia menegaskan seluruh pembahasan tingkat kepala negara akan dijabarkan ke dalam kerja sama sektoral yang konkret di bidang energi dan sumber daya mineral.

Pernyataan Bahlil mengikuti pertemuan bilateral antara Prabowo dan sejumlah pemimpin negara di forum ekonomi kawasan Asia Timur tersebut. Fokus utama delegasi Indonesia adalah memastikan posisi RI dalam peta kolaborasi energi global tidak hanya sebagai pasar, tetapi mitra yang saling menguntungkan.

Sektor yang Jadi Prioritas Kerja Sama

Dalam pidatonya di sesi pleno EEF, Prabowo menyebut tiga sektor kunci yang ingin diperkuat. Pertama, peningkatan produktivitas eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Kedua, pembangunan infrastruktur energi. Ketiga, pengembangan teknologi energi berbasis pengetahuan dan rekayasa maju milik Rusia.

"Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," kata Presiden RI dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Ruang bagi Energi Baru dan Nuklir Damai

Pemerintah Indonesia tidak menutup pintu pada pengembangan energi masa depan. Prabowo secara eksplisit mencari mitra untuk membangun jaringan listrik cerdas, memperkuat riset energi terbarukan, serta mengkaji pemanfaatan tenaga nuklir untuk tujuan damai. Teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi menjadi syarat yang diajukan Indonesia.

Posisi ini dinilai strategis mengingat Rusia merupakan salah satu pemain utama dalam teknologi reaktor modular kecil. Sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN dengan populasi lebih dari 600 juta jiwa.

Arahan Tegas Bahlil ke Jajarannya

Bahlil mengaku mendapat pesan langsung dari Prabowo untuk memastikan setiap nota kesepahaman yang ditandatangani memiliki peta jalan yang jelas. Ia tidak ingin agenda energi bilateral berakhir sebagai dokumen tanpa eksekusi di lapangan.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat."

Langkah Kementerian ESDM Setelah Forum

Kementerian ESDM akan membentuk tim teknis untuk memilah peluang mana yang bisa dieksekusi dalam jangka pendek, khususnya yang berkaitan dengan pasokan migas dan peningkatan produksi dalam negeri. Prioritas diberikan pada proyek yang dapat mendukung kemandirian energi nasional dan memperkuat daya saing industri hilir.

Dengan luasnya cakupan kerja sama yang ditawarkan, pengawasan ketat terhadap realisasi kesepakatan menjadi kata kunci bagi pemerintah. Publik menantikan apakah forum di Vladivostok ini akan melampaui sekadar agenda diplomatik tahunan dan benar-benar menghasilkan proyek energi yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Terkini