Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Melonjak Pemprov Siapkan Pasar

Kamis, 03 September 2026 | 05:10:02 WIB
Cabai Rawit.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menggelar langkah intervensi menyikapi lonjakan harga sejumlah komoditas pangan pokok seperti cabai rawit merah di pasar tradisional.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim menyampaikan bahwa salah satu bentuk intervensi yang dirancang adalah pelaksanaan program pasar murah.

"Kalau tekanan berlanjut, kami siapkan intervensi seperti operasi pasar atau pangan murah agar daya beli warga tetap terjaga," kata Chico kepada Kompas.com melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (2/9/2026).

Chico menegaskan bahwa ketersediaan pasokan komoditas pokok untuk wilayah DKI Jakarta saat ini berada pada kondisi aman.

"Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian terus memantau harga harian lewat Info Pangan Jakarta dan koordinasi dengan pasar induk. Stok tetap tersedia," tutur dia.

Chico membeberkan bahwa pergerakan kenaikan harga tersebut utamanya dipicu oleh berkurangnya pasokan dari wilayah sentra produksi, bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah daerah.

"Penyebab utamanya dari sisi pasokan, bukan dari kebijakan Pemprov DKI. Jakarta adalah kota konsumen. Cabai rawit datang dari sentra produksi di luar daerah, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah," ungkapnya.

Merujuk pada catatan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia, periode panen di beberapa wilayah sentra telah usai sehingga pasokan yang masuk ke pasar induk berkurang.

Kondisi tersebut makin berat akibat dampak musim kemarau yang membuat volume panen petani menjadi kian terbatas.

"Di tingkat petani harga sudah sekitar Rp 50.000 per kg, sehingga harga di pedagang ikut naik," ujarnya.

Chico menerangkan bahwa dinamika harga cabai merupakan hal lumrah pada komoditas hortikultura yang dipengaruhi faktor cuaca serta pasokan.

"Asosiasi memperkirakan tekanan harga masih bisa terasa di awal September, tetapi diharapkan mereda ketika panen berikutnya masuk," katanya.

Sebelumnya, harga cabai rawit merah di Pasar Lokbin Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, tercatat mengalami kenaikan signifikan mencapai kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

Kenaikan ini dikeluhkan para pedagang karena berdampak pada daya beli masyarakat yang kini cenderung mengurangi porsi belanja harian.

Seorang pedagang di Pasar Lokbin Meruya, Ferdi, menyebutkan harga modal dari pihak pemasok saat ini telah menyentuh Rp70.000 per kilogram.

"Kalau sekarang modal dari sananya aja sudah Rp 70.000. Kami jual Rp 80.000 enggak ada untungnya, jadi jual Rp 85.000," kata Ferdi kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).

"Ini sebelum Rp 85.000 masih Rp 60.000. Sekitar semingguan ada. Naiknya drastis," tambahnya.

Ferdi mengaku kurang memahami pemicu pasti kenaikan tersebut, namun pemasok mengindikasikan adanya kendala pada jalur transportasi dan faktor cuaca.

"Katanya di sana ada yang bilang masalah transportasi, cuaca. Kami mah enggak tahu. Kalau pedagang di sini enggak tahu," tuturnya.

Lonjakan harga hingga selisih Rp25.000 per kilogram ini membuat banyak konsumen terkejut dan mengurangi jumlah belanjanya.

"Pembeli di sini pada kaget. Dari Rp 60.000 kok langsung Rp 85.000? Jauh banget, Rp 25.000 naiknya," kata Ferdi.

Akibatnya, pola pembelian masyarakat bergeser ke skala yang lebih kecil untuk menyiasati kenaikan harga.

"Kadang-kadang dia beli sekilo, kadang-kadang 'udah saya minta lima ribuan aja'. Kadang mau tak mau kami kasih, ada setengah ons," ungkapnya.

Imbas pergeseran ini membuat stok barang milik pedagang membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat terjual habis.

"Biasanya habis sehari-dua hari, ini mah enggak. Kadang tiga hari juga enggak habis," ujarnya.

Pedagang lain, Marta, menjual cabai rawit merah seharga Rp90.000 per kilogram karena harga dari Pasar Induk sudah berada di angka Rp85.000 per kilogram.

"Sekarang jual Rp 90.000. Dari sananya (Pasar Induk) Rp 85.000," kata Marta.

Marta menguraikan, harga modal sebelumnya masih berkisar Rp70.000 per kilogram dan kenaikan menjadi Rp85.000 baru terjadi dua hari belakangan.

"Karena barangnya kurang, stoknya. Biasanya misalnya satu ton, cuma 500, ada kenaikan karena kekurangan barang," tuturnya.

Selain cabai rawit merah, harga cabai keriting merah turut naik ke kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih masih stabil masing-masing di harga Rp40.000 dan Rp50.000 per kilogram.

Terkini