Menhut: Asap Karhutla Kalbar Tetap Selimuti Wilayah Meski Hotspot Turun

Jumat, 04 September 2026 | 10:40:00 WIB

ONLINEKINI.ID — Raja Juli menyampaikan pernyataan itu setelah meninjau lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9). Dalam keterangannya keesokan hari, ia menggambarkan kondisi udara di Pontianak dan sekitarnya masih pekat oleh asap, kendati data titik panas menunjukkan tren berkurang.

Menurut Menhut, situasi itu menuntut penanganan berlapis. "Saya ingin mengatakan bahwa kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja. Angka, sekali lagi angkanya menurun, angka hotspot-nya menurun ketimbang hari lalu, tapi asapnya sangat, sangat, sangat tidak baik," ujarnya, Jumat (4/9).

Data Sipongi: Angka Sempat Melonjak Sebelum Kembali Turun

Data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) milik Kementerian Kehutanan mencatat pergerakan titik panas yang fluktuatif di Kalbar. Pada 31 Agustus, terpantau 272 titik; jumlah itu melonjak menjadi 859 pada 1 September, lalu merosot menjadi 268 titik per 2 September.

Meski demikian, Raja Juli mengingatkan bahwa penurunan jumlah titik panas tidak bisa dibaca sebagai selesainya persoalan karhutla. Sistem Sipongi hanya merekam api yang masih menyala, sementara lahan yang baru padam tidak lagi terdeteksi sebagai hotspot.

Alasan Asap Bertahan Setelah Titik Api Padam

Menhut menjelaskan, sisa pembakaran di lapangan justru kerap menjadi sumber asap yang bertahan lebih lama. "Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis," tuturnya.

Kondisi serupa juga terlihat dari kualitas udara di Pontianak yang masih berasap. Karena itu, indikator di peta titik panas menurut Raja Juli hanya salah satu ukuran; evaluasi penanganan karhutla seharusnya juga melihat tingkat paparan asap yang dirasakan masyarakat.

Pendinginan Lahan Secara Masif Jadi Prioritas

Untuk menuntaskan sisa asap, Kementerian Kehutanan bersama jajaran terkait disebut tengah memperkuat operasi pendinginan di area bekas terbakar. Personel Manggala Agni, TNI-Polri, dan BPBD dikerahkan untuk memastikan api yang telah padam tidak menyala kembali dan asap tidak terus membumbung.

"Teman-teman Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, BPBD semua ya, sedang berjibaku untuk memastikan supaya tadi hotspot-nya bisa turun. Namun saat bersamaan harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang nih lagi dilakukan pendinginan," ucap Raja Juli.

Terkini