Indonesia Tawarkan Ratusan Blok Migas ke Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 18:35:32 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia menawarkan ratusan blok minyak dan gas bumi (migas) untuk para investor asal Rusia yang berminat mengikuti tahapan lelang.

“Kementerian ESDM kan menawarkan sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik mengikuti proses lelang,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Erani menerangkan bahwasanya lini energi menjadi bagian dari topik kemitraan yang dibicarakan bersama pihak Rusia. Pada tahun ini, tutur Erani, Indonesia berkesempatan menjadi tamu kehormatan dalam ajang Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia.

Lantaran hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai pembicara pada forum internasional itu.

“Sebetulnya, yang paling pokok itu (penawaran blok migas). Nanti Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) yang akan menyampaikan lebih dalam,” ujar Erani.

Presiden Prabowo Subianto mengajak jajaran perusahaan Rusia untuk menanamkan modal sekaligus menggarap 138 blok eksplorasi migas yang kini telah dibuka oleh pemerintah Indonesia.

Presiden menyebutkan Indonesia tengah menjajaki kemitraan bersama korporasi Rusia guna menggarap berbagai proyek bersama pada lini energi, mencakup fasilitas kilang hingga terminal penyimpanan.

Prabowo menuturkan Indonesia saat ini mengantongi pasokan LNG yang melimpah, sehingga pada beberapa bidang tidak secara langsung memerlukan suplai gas dari Rusia. Kendati demikian, Indonesia tetap menyambut baik pemanfaatan teknologi Rusia serta penggarapan proyek kolaboratif.

Di samping eksplorasi sektor energi, Kepala Negara menambahkan bahwa kemitraan Indonesia-Rusia turut berekspansi pada bidang pembuatan pupuk hingga pengolahan hasil tambang.

Prabowo mengungkapkan peresmian nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk nasional dan salah satu konglomerasi bisnis terbesar Rusia telah terlaksana demi bersama-sama berinvestasi dalam proyek pembuatan pupuk berbasis gas di kawasan Timur Jauh Rusia.

Terkini