Ketahui Bahaya dan Dampak Buruk Sering Makan Larut Malam bagi Tubuh

Jumat, 04 September 2026 | 03:01:02 WIB
Ilustrasi Makan Larut Malam.

JAKARTA — Sebagian orang mungkin merasa kesulitan melepaskan kebiasaan menyantap makanan di larut malam, terutama seusai menjalani hari yang padat dengan berbagai rutinitas.

Kendati demikian, membiasakan diri makan terlalu malam hingga mendekati waktu tidur dapat berdampak negatif bagi kesehatan fisik.

Para ahli gizi menganjurkan rentang waktu makan malam ideal berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00, atau sekurang-kurangnya tiga jam sebelum merebahkan diri untuk tidur.

Bila jeda makan dan tidur terlampau dekat, tubuh dipaksa terus bekerja mencerna makanan di saat seharusnya mulai beristirahat. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ tubuh dalam jangka panjang.

Berikut tiga efek buruk akibat kebiasaan sering makan di larut malam:

Mengganggu Fungsi Pencernaan Melansir laporan Realsimple, kinerja metabolisme dan sistem pencernaan manusia secara alami akan melambat saat memasuki malam hari mengikuti ritme sirkadian tubuh.

Proses cerna yang lambat akibat menyantap porsi besar di malam hari berpotensi memicu kram perut, lambung kembung, hingga gangguan buang air besar.

"Selain itu, berbaring segera setelah makan dapat membuat refluks asam atau heartburn lebih mungkin terjadi, karena asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan," ujar ahli diet Marissa Karp.

Guna mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan, Anda disarankan untuk mempertahankan posisi tubuh tetap tegak seusai makan.

Cenderung Memilih Makanan Kurang Sehat Makan di larut malam acap kali membuat seseorang tidak lagi selektif memilih jenis hidangan yang masuk ke tubuh.

Dorongan rasa lapar yang menumpuk akibat melewatkan makan siang, ataupun rasa stres dan bosan, memicu seseorang memilih santapan cepat saji atau produk olahan berkalori tinggi.

"Seiring waktu, pola-pola ini dapat membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuh yang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis," imbuh Karp.

Menurunkan Kualitas Tidur Proses cerna yang terus berjalan aktif di saat tidur berpotensi besar merusak kualitas istirahat malam.

Ahli gizi Nadja Abada menuturkan bahwa kadar gula darah dapat melonjak drastis secara bertahap saat malam hari di tengah proses cerna yang dipaksa bekerja keras.

Perut yang terisi penuh berisiko memicu rasa sesak, heartburn, dan kembung sewaktu tubuh berbaring telentang.

"Ditambah lagi, jika Anda mengalami ketidaknyamanan pencernaan seperti heartburn, refluks, atau kembung ketika berbaring, hal itu tentu dapat mengganggu tidur," kata Karp.

Bila perut terasa sangat lapar menjelang tidur, Anda disarankan memilih camilan ringan seperti yoghurt dengan buah, keju dengan biskuit gandum, atau roti tawar selai kacang.

Terkini