Pembangunan Infrastruktur di Daerah 3T Dinilai Investasi Jangka

Sabtu, 05 September 2026 | 12:45:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan arah kebijakan infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional di bawah kepemimpinannya tidak lagi hanya berorientasi pada fisik dan benda mati.

Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas air bersih harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan masa depan generasi muda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dody saat menyoroti arah kebijakan baru Kementerian PU yang lebih berorientasi pada manusia (human-centered infrastructure).

Ia menilai, anggapan bahwa fungsi kementeriannya sebatas membangun tumpukan beton dan aspal harus segera diubah.

"Infrastruktur itu bukan beton semata. Di balik jembatan yang kita bangun, ada anak-anak desa yang bisa pergi sekolah tanpa menyeberangi sungai yang deras. Di balik jaringan air bersih, ada balita yang terhindar dari stunting," ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta.

Dody menjelaskan, akses ke fasilitas dasar seperti air minum layak dan sanitasi yang baik merupakan fondasi penting dalam menekan angka stunting pada anak.

Pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Selain sektor kesehatan, konektivitas antarwilayah juga menjadi fokus utama guna mendukung sektor pendidikan dan ekonomi keluarga.

Akses jalan yang memadai memungkinkan anak-anak di pelosok mendapatkan fasilitas belajar yang layak serta mempermudah orang tua mereka dalam mendistribusikan hasil bumi.

"Ketika mobilitas ekonomi warga lancar, kesejahteraan keluarga meningkat. Ini secara otomatis memberikan kepastian bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya," tambah Dody.

Ke depan, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait agar proyek pembangunan fisik berjalan selaras dengan program intervensi sosial.

Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan efektivitas tiap proyek dalam menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

Dody menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak diukur dari seberapa panjang jalan yang dibangun, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam menjamin masa depan generasi penerus bangsa. "Setiap proyek harus menjawab satu pertanyaan kunci: apakah ini akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita?" pungkasnya.

Terkini