BMKG Pastikan Suara Dentuman di Bandung Tak Dipicu Gunung Krakatau

Sabtu, 05 September 2026 | 19:21:01 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan suara dentuman yang terdengar di area Bandung Raya sejak Jumat hingga Sabtu dini hari tidak ada kaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terjadi bersamaan dengan munculnya dentuman tersebut tidak menunjukkan indikasi keterkaitan.

“Tapi kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin,” kata Suadi di Bandung, Sabtu.

Suaidi memaparkan bahwa dentuman umumnya dipicu oleh dinamika geofisika, seperti swarm earthquake atau runtunan gempa kecil, aktivitas di kawasan karst, serta gempa yang dipicu oleh reruntuhan.

Suaidi menyebut peristiwa serupa sebelumnya pernah terjadi di wilayah Cianjur, termasuk sewaktu gempa melanda Cianjur pada 2025.

“Gempa-gempa akibat runtuhan, gempa-gempa akibat swarm, dan gempa-gempa kecil itu bisa menghasilkan dentuman,” katanya.

Meski demikian, dari catatan sistem pemantauan BMKG, tidak ditemukan adanya rekaman gempa bumi di area Bandung Raya ketika suara dentuman dilaporkan warga.

“Tapi fenomena hari ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya,” ujar Suaidi.

Suaidi menganggap fenomena ini perlu dikaji lebih mendalam oleh para ahli di bidang ilmu kebumian, geofisika, serta meteorologi.

“Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjelaskan bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin berkaitan dengan adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba,” ujarnya.

Terkini