Dokter Tegaskan Karies pada Anak Tidak Murni Disebabkan Faktor Genetik

Sabtu, 05 September 2026 | 21:32:32 WIB
Ilustrasi gigi berlubang pada anak.

JAKARTA - Karies atau kondisi gigi berlubang pada anak kerap kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang diturunkan dari orang tua.

Padahal, faktor keturunan atau genetik bukanlah satu-satunya pemicu utama munculnya karies pada anak.

Proses terjadinya karies turut dipengaruhi oleh transmisi bakteri dari orang tua, pola kebersihan gigi, hingga jenis serta frekuensi makanan yang dikonsumsi.

Dokter spesialis gigi dan mulut Mayapada Hospital Kurnia Dwi Wulan menjelaskan bahwa karies merupakan gangguan yang dipicu oleh akumulasi banyak faktor.

"Jadi ada tiga faktor, dari bakterinya itu sendiri, dari kebiasaannya, dan dari frekuensi jumlah makanannya," kata Kurnia di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Kemiripan karies antara orang tua dan anak sering terjadi akibat perpindahan bakteri secara tidak disadari, seperti kebiasaan mencicipi atau meniup makanan anak.

"Biasanya ibu-ibu suka mencicipkan (atau meniup) makanannya. Itu secara tidak langsung, karena takut kepanasan, sudah ada transfer bakteri," ujarnya.

Aktivitas konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi serta minuman manis yang intens juga mempercepat pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut.

Kebiasaan menyikat gigi yang kurang bersih, terutama pada lekukan gigi geraham yang sulit dijangkau, membuat sisa makanan gampang menumpuk.

"Lekukan-lekukan ini suka terlewat kalau lagi sikat gigi. Itu juga salah satu faktor yang menyebabkan gigi karies karena makanan sering nyelip di sana," ujarnya.

Guna mencegah munculnya karies, perawatan topical fluoride dapat dioleskan pada permukaan gigi untuk memperkuat struktur enamel.

"Topical fluoride itu dengan harapan gigi anak itu makin kuat," kata Kurnia.

Pemberian topical fluoride perlu diimbangi dengan rutin menyikat gigi, membatasi makanan manis, serta memeriksakan kesehatan gigi secara berkala ke dokter.

Terkini