JAKARTA — Gawai layar lipat perdana buatan Apple yang dijuluki iPhone Ultra dilaporkan berpotensi langka atau sulit diperoleh pada masa awal peluncurannya pekan depan.
Berdasarkan laporan Phone Arena, fenomena kelangkaan stok tersebut terjadi akibat pengujian kualitas ekstra ketat yang diterapkan Apple terhadap gawai anyar mereka.
Hingga kurun waktu akhir Agustus 2026, ketersediaan unit fisik iPhone Ultra tercatat masih berada di kisaran ratusan unit saja.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh Nikkei Asia. Apple bersama seluruh mitra rantai pasokannya terus terusan memacu proses manufaktur guna mengejar target harian sebanyak puluhan ribu unit per hari.
Prosedur pengujian standar tinggi yang diberlakukan Apple berlangsung sejak Agustus, yang dampaknya justru memperlambat laju produksi massal selama kurun beberapa pekan.
Sikap perfeksionis dari pihak Apple, utamanya terkait performa mekanis engsel serta kerapatan panel layar, menjadi pemicu utama di balik keterbatasan kuantitas produk saat ini.
Demi merealisasikan performa yang sesuai standar tinggi mereka, Apple mewajibkan para pemasok melakukan pengujian ketahanan secara ekstrem pada kedua sektor utama tersebut.
Langkah ketat ini ditempuh agar gawai unggulan mereka memiliki keunggulan kompetitif ketimbang jajaran produk kompetitor saat resmi mengudara.
Ponsel lipat pertama Apple ini disiapkan untuk dapat berhadapan langsung dengan Galaxy Z Fold8 karya Samsung yang saat ini memimpin dalam hal kerapatan layar.
Akselerasi produksi iPhone Ultra turut terpacu oleh kenaikan target penjualan dari Apple, yang semula dipatok 7 hingga 8 juta unit, kini meningkat menjadi 10 juta unit hingga akhir tahun 2026.