BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Kurangi Abu Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 16:51:32 WIB
Kepala BNPB Suharyanto [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah lewat instansi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil kebijakan untuk menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) demi menstimulasi turunya hujan di pelbagai kawasan yang terdampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Langkah taktis tersebut dieksekusi guna meredam tingkat keparahan persebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melontarkan material erupsinya terhitung sejak hari Minggu (6/9) dini hari waktu setempat.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pihaknya saat ini telah menyiagakan satu armada unit pesawat udara bertempat di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, untuk menjalankan misi OMC secara penuh sepanjang hari.

“Hari ini juga kami melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Jadi pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Lebih lanjut, pihak BNPB juga akan terus mengintensifkan koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan peluang eskalasi pelaksanaan OMC melalui landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta ataupun Bandara Husein Sastranegara yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Suharyanto menegaskan bahwa penyelenggaraan operasi OMC ini memegang peranan krusial guna mereduksi tingkat konsentrasi partikel abu vulkanik di udara terbuka agar tidak sampai melumpuhkan aktivitas harian masyarakat serta sektor kelancaran transportasi perhubungan.

“Kami akan lakukan seaman mungkin, dan tentu saja operasi modifikasi cuaca itu justru untuk membantu kondisi udara, kondisi abu vulkanik itu bisa luruh. Karena dalam kondisi erupsi, salah satu upaya yang sangat baik itu apabila kemudian datang hujan, sehingga abu itu bisa luruh ke tanah,” jelas Suharyanto.

Dalam misi menekan dampak sebaran abu vulkanik tersebut, pelaksanaan OMC bakal ditempuh dengan mengandalkan dua metode pendekatan teknik.

Teknik pertama dirancang untuk memancing turunnya curah hujan melalui pemanfaatan formasi awan hujan potensial yang tersedia di atmosfer.

Kendati demikian, manakala pengamatan menunjukkan nihilnya pertumbuhan awan hujan di langit, opsi teknik kedua akan langsung diterapkan dengan menyebarkan metode water mist, yakni teknik penyemprotan air masif yang dikonversi menjadi partikel butiran kabut halus atau titik-titik air guna membantu mengikat serta mengurai partikel abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan.

“Untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dengan BMKG juga sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya,” ungkap Suharyanto.

Di sisi lain, jajaran pemerintah melalui sinergi BNPB dan BMKG dipastikan akan terus memonitor perkembangan situasi mutakhir pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, sekaligus tetap siaga siaga penuh dalam mengantisipasi pelbagai dampak risiko terhadap warga di sekitar wilayah terdampak.

“Mudah-mudahan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini sampai nanti malam, ini bisa membantu untuk mencapai atau mewujudkan kondisi daerah, kondisi cuaca yang lebih baik lagi,” terang Suharyanto.

Terkini