Fokus Tingkatkan Produktivitas Jaringan, Ini Strategi Apotek Kimia Farma

Minggu, 06 September 2026 | 20:05:01 WIB
Kimia Farma Apotek [FOTO: NET].

JAKARTA - Korporasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) lewat entitas anak usahanya, yakni PT Kimia Farma Apotek (KFA), mengambil langkah strategis dengan menitikberatkan fokus pada upaya peningkatan produktivitas serta profitabilitas jaringan gerai apotek sepanjang perputaran tahun 2026. 

Corporate Secretary Kimia Farma Ida Rasita mengemukakan bahwa dengan kepemilikan jaringan luas yang mencakup lebih dari 1.000 titik apotek tersebar di berbagai penjuru wilayah nusantara, pertumbuhan bisnis ritel Kimia Farma tidak lagi semata-mata bertumpu pada ekspansi penambahan jumlah gerai fisik yang baru.

"Sepanjang 2026, bisnis ritel Apotek Kimia Farma yang dijalankan oleh anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk, yaitu PT Kimia Farma Apotek, berfokus pada peningkatan produktivitas dan profitabilitas jaringan, bukan sekadar menambah jumlah gerai," ujar Ida, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, optimalisasi jaringan yang telah dimiliki dilakukan antara lain melalui peningkatan sales per outlet, penguatan portofolio produk, serta peningkatan kualitas layanan. Dari sisi operasional, Kimia Farma juga terus mendorong efisiensi persediaan (inventory) dan biaya, sekaligus memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan pelayanan.

Meski demikian, langkah ekspansi pembukaan gerai baru tetap terbuka lebar dan dieksekusi secara selektif dengan senantiasa memperhitungkan variabel potensi pasar, tingkat urgensi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, faktor lokasi, hingga tingkat kelayakan aspek ekonomi dari masing-masing gerai.

Menyongsong masa depan, Kimia Farma turut merancang agenda penguatan integrasi layanan apotek dengan ekosistem kesehatan komprehensif yang telah berada di dalam naungan grup.

Dengan skema tersebut, jejaring apotek diproyeksikan tidak sekadar berfungsi sebagai titik lokasi transaksi penjualan semata, melainkan terkoneksi secara sinergis dengan ragam lini pelayanan kesehatan yang lain.

"Perseroan berharap pertumbuhan apotek Kimia Farma merupakan pertumbuhan yang berkualitas, sehat, dan berkelanjutan, baik dari sisi bisnis maupun dari sisi kontribusinya terhadap akses layanan kesehatan masyarakat," kata Ida.

Di sisi lain, pergeseran pola perilaku konsumen yang kian dinamis turut mendorong KFA untuk memperkuat penerapan strategi lintas saluran (omnichannel).

Kanal digital diposisikan secara strategis sebagai sarana penunjang tambahan untuk mendongkrak omzet penjualan, dan bukan bertindak sebagai entitas pengganti gerai fisik konvensional.

KFA aktif mengembangkan platform digital Kimia Farma Mobile sekaligus memperluas aksesibilitas pasar melalui pemanfaatan sejumlah platform perdagangan digital (marketplace) serta layanan belanja kilat (quick commerce) terkemuka, seperti Tokopedia, TikTok Shop, GrabMart, hingga Good Doctor.

Ida menuturkan bahwa bentangan jaringan gerai apotek yang luas justru menjelma menjadi salah satu pilar kekuatan inti bagi Kimia Farma di dalam menyokong kelancaran proses pemenuhan pesanan konsumen (fulfillment) sekaligus berfungsi optimal sebagai titik layanan (service point) transaksi digital.

"Perseroan melihat kanal digital dan gerai fisik bukan sebagai dua kanal yang saling menggantikan, melainkan sebagai kanal yang saling melengkapi dan memperkuat," jelasnya.

Di samping memperkokoh saluran distribusi penjualan, KFA juga mengarahkan fokus pada perombakan komposisi bauran produk guna mendongkrak margin profitabilitas lini bisnis ritel.

Transformasi strategi tersebut dieksekusi melalui perluasan portofolio komoditas dari yang semula bertumpu pada produk obat-obatan konvensional bergeser menuju kategori produk kesehatan konsumen (consumer health) serta ragam produk bernilai margin lebih tinggi.

Beberapa segmen kategori produk yang kini menjadi fokus utama pengembangan meliputi lini vitamin dan produk suplemen kesehatan, produk kecantikan kulit dermatologi (dermocosmetic), perlengkapan perawatan diri (personal care), produk kebutuhan ibu dan bayi (mother & baby), solusi pengelolaan berat badan (weight care), hingga penyediaan ragam perangkat alat kesehatan (medical device).

"Tujuannya bukan hanya meningkatkan penjualan, melainkan juga memperbaiki sales mix dan profitabilitas bisnis ritel," ujar Ida.

Agenda pengembangan ragam kategori produk tersebut dijalankan dengan tetap berpijak pada pertimbangan cermat atas potensi pasar, frekuensi tingkat pembelian ulang oleh konsumen (repeat purchase), serta perolehan besaran margin yang dinilai jauh lebih menarik.

KFA juga melakukan penyesuaian bauran produk (product mix) secara spesifik guna mengakomodasi karakteristik kebutuhan konsumen di masing-masing unit jaringan apotek.

Penerapan strategi ini diharapkan mampu memacu tren pertumbuhan volume penjualan sekaligus memperbesar porsi kontribusi dari kategori komoditas produk yang terbukti andal dalam menopang kesinambungan bisnis secara berkelanjutan.

Sebagai bagian integral dari ekosistem Holding BUMN Farmasi, KAEF berdiri sebagai korporasi penyedia layanan kesehatan yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir.

Hingga kurun waktu saat ini, KAEF Group tercatat menguasai kepemilikan sebanyak sembilan fasilitas pabrik produksi, mengoperasikan 44 cabang lini perdagangan dan distribusi (trading & distribution), memiliki jaringan lebih dari 1.000 titik apotek, mengelola lebih dari 350 klinik pelayanan kesehatan, serta mengoperasikan sebanyak 60 unit laboratorium medis.

Terkini

Atasi Jerawat dan Kebotakan Tanpa Rasa Sakit Lewat Terapi PBM

Minggu, 06 September 2026 | 21:30:31 WIB

Cara Membuat Sayur Brongkos Daging Sapi dan Kacang Tolo

Minggu, 06 September 2026 | 21:13:01 WIB

Cara Membuat Asem-Asem Balungan Segar dengan Buah Kedondong

Minggu, 06 September 2026 | 21:06:31 WIB