JAKARTA - Paris Saint-Germain (PSG) tengah melakoni tren awal musim terkelam dalam rentang 19 tahun terakhir setelah tak mampu memetik poin penuh pada tiga pertandingan perdana Liga Perancis (Ligue 1) 2026-2027.
Skuad PSG mengawali pekan pertama dengan hasil imbang 2-2 saat bersua Rennes, disusul hasil imbang kembali melawan Lille (2-2), lalu ditundukkan AS Monaco 1-2 pada pekan ketiga.
Meskipun demikian, jajaran manajemen PSG tetap menaruh kepercayaan penuh kepada juru taktik Luis Enrique melalui pemberian perpanjangan masa kerja hingga tahun 2030. Merespons fase sulit di awal musim ini, Luis Enrique menegaskan bahwa kubu Paris Saint-Germain tidak perlu merasa cemas menghadapi partai krusial mereka di kompetisi Eropa.
Tidak Perlu Khawatir
Hasil minus dari Monaco pada Jumat kemarin memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka, di mana PSG sebenarnya unggul terlebih dahulu sebelum akhirnya kemasukan dua gol pada babak kedua.
Kendati begitu, Luis Enrique tetap optimistis menatap rentetan laga mendatang. “Tidak ada alasan untuk khawatir. Saya katakan itu dengan jujur,” kata Enrique dikutip dari Reuters, Minggu (6/9/2026).
“Berapa banyak tembakan tepat sasaran yang dimiliki Monaco? Dua. Berapa banyak gol? Dua.”
“Kami akan lihat di akhir musim apakah semuanya akan seimbang,” katanya setelah kekalahan tersebut,” lanjutnya. (Catatan: kata "Kita" diubah menjadi "Kami")
Ia turut menegaskan bahwa performa sebuah tim di atas lapangan tidak semestinya diukur hanya berdasarkan skor akhir. “Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Anda tidak boleh hanya melihat hasilnya,” kata Luis Enrique.
“Kami melakukan tekanan yang luar biasa, jauh lebih baik daripada di banyak pertandingan saat kami tidak kebobolan. Namun, keberuntungan tidak berpihak pada kami."
“Monaco tahu bahwa jika mereka bermain melawan kami seperti ini 10 kali, kami akan menang delapan kali, ada satu hasil imbang, dan kami akan kalah sekali.”
“Ini adalah kekalahan itu,” jelas Enrique sewaktu bersiap menjamu Slovan Bratislava menjelang bergulirnya Liga Champions (UEFA Champions League) musim ini.
Ambisi Kejar Ketertinggalan dan Fokus Eropa
Capaian dua poin dari tiga pertarungan awal ini menyamai rekor terburuk klub sejak musim 2007-2008, sekaligus menempatkan sang juara bertahan tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen sementara Liga Perancis. PSG dijadwalkan bakal menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes pada matchday pertama Liga Champions 2026-2027, Kamis (10/9/2026).
Menyongsong duel kontra Slovan Bratislava, Luis Enrique justru memandang situasi sulit ini sebagai pendorong semangat ekstra untuk bangkit.
“Ini menjadi motivasi yang luar biasa bagi para pemain saya, bagi tim, dan bagi klub,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
“Jika Anda ingin bertaruh siapa yang akan menjadi juara di akhir musim, kami bisa bertaruh.” (Catatan: kata "kita" diubah menjadi "kami")
“Tujuh poin? Oke, kami akan berusaha mengejar ketertinggalan itu secepat mungkin,” pungkasnya.