Mitigasi Abu Vulkanik, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Tetap Aman

Senin, 07 September 2026 | 22:40:01 WIB
Kereta api cepat Whoosh, yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjamin seluruh operasional perjalanan kereta cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung tetap bergulir aman serta normal melalui pemantauan intensif guna memitigasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menuturkan pengawasan ketat dilakukan dengan melibatkan unit operasional, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC, termasuk mengoperasikan KA Konfirmasi sebelum pergerakan penumpang dimulai.

"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Proses pengawasan dilaksanakan melalui Operation Control Center (OCC) serta pengecekan langsung di sepanjang perlintasan. Sistem ini mengawasi berbagai perangkat vital, mulai dari jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, jalur rel, persinyalan, hingga perangkat wesel.

KCIC juga menyiagakan mekanisme pengamanan jika sistem mendeteksi situasi abnormal. Pemberitahuan akan langsung muncul di OCC dan sistem secara otomatis dapat memangkas laju kecepatan Whoosh sebagai tindakan pencegahan.

Langkah pemantauan diterapkan di sepanjang lintasan Whoosh sejauh 142,3 kilometer yang mencakup 82,7 kilometer jalur melayang (elevated), 42,78 kilometer jalur darat (at grade), serta 13 terowongan dengan panjang total 16,82 kilometer. Fokus pengawasan ketat dialokasikan pada area perlintasan terbuka yang rentan terpapar sebaran abu vulkanik.

Dari segi operasional armada, catatan masinis memperlihatkan jarak pandang di sepanjang perlintasan masih berada dalam rentang aman. Setiap rangkaian Whoosh juga dibekali wiper dan penyemprot air guna membersihkan debu atau abu yang menempel pada kaca depan sehingga jarak pandang masinis tetap optimal.

Jika terjadi keterbatasan jarak pandang akibat perubahan cuaca, masinis bakal menyesuaikan kelajuan kereta selaras dengan situasi lapangan serta standar operasional yang berlaku. KCIC turut memantau kondisi filter udara armada beserta jaringan CCTV yang mengawasi keandalan pantograf.

Dari aspek prasarana, pengawasan menyasar pada komponen isolasi, sistem jaringan listrik aliran atas, gardu listrik, persinyalan, hingga fungsi kerja wesel. Sampai saat ini, seluruh fasilitas tersebut beroperasi normal dan belum terdampak paparan abu vulkanik.

KCIC juga menerapkan Volcanic Ash Risk Assessment yang merujuk pada pembaruan informasi resmi dari BMKG. Hasil evaluasi ini dijadikan pijakan bagi KCIC untuk menetapkan langkah mitigasi ekstra apabila volume abu vulkanik meningkat dan berpotensi mengganggu operasional Whoosh.

"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," katanya.

Berbekal pengawasan sarana dan prasarana secara menyeluruh, penilaian risiko, serta penyesuaian langkah operasional di lapangan, KCIC memastikan layanan Whoosh terus berjalan sembari memprioritaskan keselamatan di tengah ancaman abu vulkanik.

Terkini