Ketahui 6 Cara Mengatasi Abu Vulkanik pada Mata Saat Erupsi Gunung

Senin, 07 September 2026 | 05:24:02 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau.

JAKARTA — Persebaran abu vulkanik di sejumlah daerah akibat letusan Gunung Anak Krakatau perlu diwaspadai secara serius. Selain berisiko bagi organ pernapasan, paparan abu vulkanik juga membahayakan kesehatan mata.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memaparkan ancaman bahaya abu vulkanik bagi tubuh manusia.

"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky pada Minggu (6/9), dilansir Antara.

Pada organ penglihatan, abu vulkanik dapat memicu gejala mata merah, perih, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga menimbulkan luka gores. Mata juga berisiko mengalami peradangan konjungtivitis yang disertai sensasi terbakar dan rasa perih saat terkena sinar matahari.

Lantas, bagaimana langkah penanganan abu vulkanik yang mengenai mata? Berikut beberapa panduannya:

1. Hindari aktivitas berat Dicky menyarankan masyarakat untuk mengurangi kegiatan fisik yang berat ketika konsentrasi abu vulkanik di udara sedang tinggi.

"Abu vulkanik segar maksud saya, bisa memiliki lapisan asam yang menambah efek iritasi pada paru dan mata sebelum tersapu hujan," katanya.

2. Gunakan air untuk membersihkan barang Saat hendak membersihkan perabotan atau benda di sekitar kami yang terpapar debu vulkanik, manfaatkanlah air bersih. Langkah ini berguna untuk mencegah debu kembali terbang dan masuk ke mata.

Sebisa mungkin hindari menyapu abu pada permukaan keras atau mengibaskan pakaian agar sebarannya tidak meluas.

3. Gunakan pelindung mata Penggunaan kacamata pelindung sangat krusial untuk mencegah masuknya partikel tajam yang dapat memicu iritasi.

"Jangan lupa, karena ini adalah debu silika yang tajam jadi gunakan pelindung mata dengan kacamata ataupun bisa kacamata. Kalau mata teriritasi, segera bilas dengan air bersih," ucap Dicky.

4. Jangan gunakan lensa kontak Berdasarkan ulasan laman Esquire Filipina, batasi aktivitas luar ruangan dan usahakan tetap berada di dalam rumah demi menghindari paparan abu vulkanik.

Jika mendesak untuk beraktivitas di luar, kenakan pelindung seperti kacamata biasa atau kacamata pelindung khusus. Untuk sementara waktu, lepas dan hindari pemakaian lensa kontak.

5. Jangan melihat ke atas Sewaktu berada di area terbuka, hindari kebiasaan menengadah ke atas. Perlu diingat bahwa abu vulkanik bukanlah salju dan sangat berbahaya jika menempel pada kornea.

Apabila mata sudah terlanjur terkena abu, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah meneteskan obat tetes mata steril atau membilasnya menggunakan air bersih yang mengalir selama lima hingga sepuluh menit.

6. Jangan menggosok mata Saat mata terasa teriritasi oleh abu vulkanik, hindari tindakan menggosoknya. Gesekan tangan justru akan menekan partikel abu ke dalam dan menggores permukaan kornea.

Partikel abu yang terperangkap dapat memicu abrasi hingga infeksi kornea yang berpotensi mengancam fungsi penglihatan secara permanen.

Demikian beberapa langkah pencegahan dan penanganan abu vulkanik pada mata. Apabila mata tampak makin memerah, terasa sangat nyeri, atau mengalami penurunan daya penglihatan, segera periksakan diri ke dokter mata.

Terkini