Panduan Menjemur Pakaian saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik Gunung

Senin, 07 September 2026 | 05:28:32 WIB
Ilustrasi Menjemur Pakaian.

JAKARTA - Fenomena hujan abu vulkanik tidak sekadar mengotori jalanan dan kendaraan. Kegiatan harian seperti menjemur pakaian juga dapat terdampak. Lantas, bagaimana langkah yang tepat saat kami menjemur pakaian?

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau meluas ke beberapa wilayah. Selain Banten dan Lampung, area lain seperti Bengkulu, DKI Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat turut terdampak.

Masalahnya, abu vulkanik bukan debu biasa. Partikel hasil erupsi tersebut dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk pakaian, yang kemudian berisiko terbawa masuk ke interior rumah.

Oleh sebab itu, aktivitas menjemur pakaian di area terbuka saat terjadi hujan abu vulkanik perlu dipertimbangkan secara cermat.

Berikut panduan mengenai cara menjemur pakaian saat hujan abu vulkanik melanda.

Lokasi Penjemuran Pakaian yang Ideal

Hujan abu membawa partikel mikroskopis yang mudah melekat pada kain. Pakaian yang dijemur di luar bangunan berpotensi menjadi perantara penyebaran partikel abu vulkanik di dalam rumah.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan. Dengan demikian, pakaian hasil cucian sebaiknya dijemur di dalam ruang jika memungkinkan.

Apabila tidak memungkinkan, usahakan menjemur pakaian di area luar yang memiliki pelindung atap seperti kanopi. Langkah ini penting untuk meminimalkan paparan abu pada pakaian.

Tindakan Saat Pakaian Terlanjur Terpapar Abu

Hujan abu sering kali terjadi mendadak tanpa prediksi. Pakaian yang sedang dijemur pun dapat kembali kotor akibat endapan abu vulkanik.

Pihak USGS menyarankan agar kain atau pakaian yang terkena abu segera dibilas menggunakan air mengalir. Pada pakaian dengan tingkat kekotoran tinggi, penggunaan deterjen dalam jumlah lebih banyak sangat diperlukan.

Artinya, jika pakaian di jemuran terlanjur terpapar abu vulkanik, Anda disarankan untuk mencucinya kembali dari awal.

Sebelum mengeringkannya kembali, pastikan pakaian sudah benar-benar bersih dari sisa abu sebelum dimasukkan ke mesin pengering. Partikel abu berpotensi menggores bagian dalam tabung pengering.

Ragam Bahaya Paparan Abu Vulkanik

Dampak paparan abu vulkanik tidak boleh diabaikan. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan, partikel abu yang masuk ke saluran napas dapat langsung memicu batuk dan iritasi tenggorokan.

"Dalam kondisi tertentu, paparan juga bisa memicu penyakit seperti bronkitis serta memperburuk kondisi asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)," ujar Tjandra, melansir Antara, Senin (7/9).

Selain mengganggu pernapasan, abu vulkanik berisiko menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Apabila debu mencemari pasokan air serta makanan, gangguan pada saluran pencernaan pun dapat terjadi.

Terkini