Stok Menipis Kena Cuaca Panas Harga Cabai Merah di Bengkulu Naik

Selasa, 08 September 2026 | 03:20:32 WIB
Ilustrasi Cabai Merah

JAKARTA - Harga komoditas cabai merah di Kota Bengkulu mulai merangkak naik setelah beberapa bulan sebelumnya sempat bertahan pada posisi yang terjangkau bagi konsumen.

Jika sebelumnya patokan harga cabai merah berkisar di angka Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini nominalnya rata-rata telah menembus kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai memicu keluhan warga di area sejumlah pasar tradisional seputaran Kota Bengkulu. Salah satu pemicu utamanya ditengarai akibat ketersediaan stok cabai merah yang kian berkurang imbas cuaca panas yang terik dan berlangsung cukup lama.

Seorang pedagang cabai merah di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Nanda, mengutarakan bahwa lonjakan tarif ini dipicu oleh pasokan barang dari tingkat distributor yang kian menyusut. Di saat bersamaan, kebutuhan konsumsi harian masyarakat akan bahan dapur ini masih tergolong stabil.

Fenomena ketimpangan pasokan tersebut pelan-pelan mendongkrak harga jual di tingkat eceran. Mau tidak mau para pedagang pasar juga terpaksa mengambil pasokan barang dengan nominal modal yang lebih mahal dari sebelumnya.

"Stok cabai mulai menipis, sementara permintaan masih tinggi. Itu yang membuat harga sekarang naik, kalau kondisi panas ini semakin lama dan tidak turun hujan, saya yakin harganya akan terus naik" kata Nanda, Selasa 8 September 2026.

Nanda memprediksi nilai jual cabai merah berisiko melonjak makin tinggi apabila fenomena iklim kering terus berlangsung hingga berdampak pada kegagalan panen di tingkat petani.

Apabila volume kiriman cabai dari sentra-sentra produksi terus merosot, harga komoditas bumbu dapur tersebut dikhawatirkan dapat melambung jauh melampaui posisi saat ini.

Pergerakan naik harga cabai merah ini pun mulai menyedot perhatian khalayak ramai mengingat fungsinya sebagai salah satu kebutuhan pokok yang rutin dikonsumsi warga setiap hari.

Kestabilan pasokan barang dan perubahan faktor iklim dalam beberapa pekan mendatang akan memegang peranan krusial sebagai penentu dinamika harga komoditas pangan ini di pasar.

Terkini