Menhut: Arahan Presiden Fokus Padamkan Karhutla serta Lindungi Satwa

Rabu, 09 September 2026 | 20:55:01 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tidak hanya memprioritaskan pemadaman api, melainkan juga perlindungan warga serta penyelamatan satwa liar yang terdampak.

Menurut keterangan resmi yang diterima, Menhut Raja Juli menjelaskan bahwa instruksi Presiden diterapkan melalui penguatan aksi pemadaman di lapangan sekaligus tindakan penyelamatan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di wilayah Kalimantan Barat.

"Pak Prabowo Subianto, secara personal beliau adalah pecinta satwa liar ya. Beberapa satwa liar yang dicintai itu gajah dan orangutan ya. Jadi beliau juga memerintahkan ya, kepada saya, untuk padamkan karhutlanya, segera mungkin," ujar Menhut.

Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan kunjungan ke fasilitas Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Kalimantan Barat. Raja Antoni menegaskan bahwa Kepala Negara menaruh perhatian besar pada keberlangsungan satwa liar seperti gajah dan orangutan.

Instruksi Presiden mewajibkan penanganan dampak karhutla mencakup proteksi bagi masyarakat melalui penyediaan masker dan kesiapan fasilitas kesehatan, serta tindakan evakuasi bagi satwa liar yang terancam.

Guna melindungi keberadaan orangutan kalimantan, Kemenhut berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengintensifkan kegiatan patroli serta edukasi ke lingkungan warga setempat.

Masyarakat yang melihat keberadaan orangutan keluar dari habitatnya atau memasuki area pemukiman diimbau untuk segera melapor ke nomor call center resmi agar penanganan dapat dilakukan langsung oleh tim ahli.

Menhut menambahkan bahwa proses pengembalian orangutan ke alam bebas harus dilakukan dengan cepat agar perilaku alami mereka tetap terjaga dan menghindari stres akibat terlalu lama di dalam kandang.

"Jadi secepat mungkin bisa kami lepasliarkan di tempat yang kami identifikasi aman ya. Ada beberapa sudah diidentifikasi beberapa tempat, namun juga harus diatur tidak semua berada di lokasi yang sama, terutama untuk jantan yang memang sangat teritorial ya," ujar Menhut.

Terkini