JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi meluncurkan lima fitur layanan terbaru pada aplikasi BPKH Apps yang dirancang guna mempermudah serta memberikan manfaat langsung bagi para calon jamaah haji.
“Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menambah layanan dalam sebuah aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah di Jakarta, Rabu.
Kelima fitur baru tersebut mencakup e-wallet haji, transfer, dompet haji, tanya haji, serta Islamic Social Fund.
Layanan ini melengkapi fitur yang sudah ada sebelumnya, seperti setoran awal haji, cek saldo dan nilai manfaat, estimasi keberangkatan, portofolio keuangan haji, buku saku digital, hingga informasi kegiatan dan layanan Islami.
Fitur e-wallet haji memungkinkan pengguna bertransaksi serta melakukan isi ulang saldo. Layanan transfer memfasilitasi pengiriman uang antarbank dalam negeri dengan tarif Rp1.500 per transaksi, sedangkan dompet haji terhubung langsung dengan rekening tabungan bank syariah.
Selain urusan finansial, BPKH Apps menghadirkan fitur tanya haji berbasis Artificial Intelligence (AI) yang siap menjawab berbagai pertanyaan seputar haji beserta rujukan sumbernya.
“Sementara Islamic Social Fund memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilih dan melakukan transaksi wakaf melalui program dari Baitul Mal Muamalat dan Harika Foundation sebagai nazhir,” kata Fadlul.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menambahkan bahwa pembaruan aplikasi ini bertujuan memberikan pengalaman yang terintegrasi bagi masyarakat selama mempersiapkan ibadah.
“Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji, tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat. Mulai dari mengetahui estimasi keberangkatan, melihat informasi portofolio keuangan haji, memenuhi kebutuhan transaksi, hingga mendapatkan informasi seputar haji,” kata Harry.
Harry menekankan bahwa kepraktisan akses informasi dan layanan pendukung menjadi fokus utama pengembangan BPKH Apps agar calon jamaah lebih siap menuju Baitullah.