Rosan Ungkap BRI dan BSI Siapkan Rekening Wajib Usia 17 Tahun

Rabu, 09 September 2026 | 23:12:31 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani

JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyatakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sedang menyiapkan akselerasi pembukaan rekening bagi warga yang diwajibkan mempunyai rekening bank pada usia 17 tahun.

Rosan menyampaikan persiapan tersebut sudah dilakukan oleh manajemen BRI dan BSI melalui koordinasi untuk mempercepat pembukaan rekening di seluruh Indonesia. Khusus daerah Aceh, proses pembukaan rekening bakal dijalankan lewat BSI.

"Iya, memang sudah BRI dan BSI. Dari manajemennya juga sudah berkoordinasi untuk melakukan rencananya agar akselerasi dari pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu khusus dengan BSI bisa terlaksana dengan secepatnya," kata Rosan usai menghadiri pelepasan kontingen Asian Games 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kebijakan itu berhubungan dengan rencana pemerintah supaya warga yang sudah genap berusia 17 tahun memiliki rekening perbankan. Kendati demikian, Rosan belum menerangkan secara terperinci perihal mekanisme pembukaan rekening maupun tahapan pelaksanaannya.

Saat ditanya perihal dana awal sebesar Rp50.000 yang akan diberikan dalam skema tersebut, Rosan juga belum memastikan asal pendanaannya, apakah bersumber dari APBN atau perbankan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Ya nanti mekanismenya lagi dirancang segera kok," ujarnya.

Rosan menegaskan mekanisme tersebut masih dalam tahap perancangan sehingga pemerintah belum menetapkan secara rinci bagaimana masyarakat akan memperoleh dana awal maupun proses pembukaan rekeningnya.

Aturan mengenai rekening bagi warga berusia 17 tahun tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Terkini