Stasiun Karet Ditutup, Pengguna KRL Stasiun BNI City Melonjak 300%

Rabu, 09 September 2026 | 23:23:31 WIB
Rangkaian KRL yang melayani penumpang di Stasiun Karet, Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - KAI Commuter mencatat lonjakan pengguna KRL Jabodetabek yang naik maupun turun di Stasiun Sudirman Baru atau Stasiun BNI City hingga menembus 300%, terhitung sejak Stasiun Karet resmi ditutup pada 1 September 2026.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda membeberkan, berpatokan pada data pekan pertama, rata-rata volume penumpang Commuter Line Jabodetabek yang naik di Stasiun Sudirman Baru menyentuh 13.450 orang per hari, sedangkan jumlah pengguna yang turun mencapai 9.860 orang per hari.

“Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 300% lebih jika dibanding volume sebelum masa pengalihan," kata Karina dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Di samping itu, peningkatan volume penumpang juga terdeteksi di stasiun-stasiun sekitar Stasiun Karet, seperti Stasiun Sudirman. Di stasiun tersebut, pada periode awal pengalihan layanan pengguna dari Stasiun Karet mencatatkan kenaikan rata-rata 11% untuk penumpang yang naik dan 7% untuk penumpang yang turun. Sementara di Stasiun Tanah Abang, angka pengguna yang naik terkatrol 9%. 

Seperti diketahui bersama, rencana integrasi yang telah mengemuka sejak dua tahun lalu ini akhirnya terealisasi pada kuartal III/2026.

Saat ini, pengerjaan konstruksi integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru mulai memasuki tahap pembuatan fondasi, menyusul tuntasnya proses pembongkaran bangunan serta peron stasiun.

Dalam mengantisipasi lonjakan pengguna ini, KAI Commuter telah memaksimalkan berbagai fasilitas layanan di Stasiun Sudirman Baru. Gate elektronik serta loket di hall baru sisi timur arah Jl. Sudirman maupun sisi barat arah Stasiun Karet lama telah dioperasikan. 

Selasar sisi selatan yang difungsikan sebagai akses pejalan kaki juga telah dilengkapi lampu penerangan dan penempatan petugas pengamanan di area tersebut.

Proses evaluasi demi mendongkrak kenyamanan pengguna serta fasilitas layanan terus berjalan. KAI Commuter memasang tenda pada selasar akses yang menghubungkan sisi Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru.

"Penambahan tenda ini untuk melindungi pengguna dari panas dan hujan saat mengakses selasar untuk menuju hall baru barat Stasiun Sudirman Baru," lanjutnya.

Selanjutnya, guna menambah kenyamanan penumpang kala menanti kedatangan Commuter Line di area stasiun, KAI Commuter memasang 21 unit kipas angin tambahan.

Guna memecah kepadatan arus penumpang yang hendak mengarah ke Stasiun Sudirman Baru, KAI Commuter mengoperasikan hall baru timur Stasiun river side dari arah Jl. Jenderal Sudirman. Hall ini berada tepat di peron 2 stasiun dan memudahkan mobilitas pengguna yang hendak menuju Stasiun Manggarai pada jam sibuk sore hari.

Mengenai fasilitas layanan lainnya, KAI Commuter menyediakan sarana bagi pengguna prioritas seperti lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas—seperti penyediaan kursi roda di ujung selasar arah Stasiun Karet.

"Ke depannya, dengan peningkatan fasilitas ini, layanan kepada pengguna Commuter Line akan lebih tertata dan aman dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” tutup Karina.

Mengenai upaya peningkatan layanan, wacana pembangunan akses terintegrasi ke kawasan Shangri-La dari Stasiun BNI City sejauh ini masih dalam tahap pertimbangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Pemprov DKI Jakarta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengutarakan bahwa pihaknya perlu berkoordinasi kembali dengan Pemprov DKI Jakarta perihal rencana itu lantaran dijumpai sejumlah penyesuaian dari pembahasan sebelumnya.

"Untuk Shangri-La nanti kami akan sampaikan juga kepada DKI, karena kan ada beberapa perubahan. MOU-nya kan ada masa waktunya, nanti kami lihat apakah akan dilanjutkan atau ada perubahan," kata Anne di Stasiun BNI City, dikutip pada Sabtu (5/9/2026).

Terkini