Laju IHSG Ditutup Menguat Saham AMMN dan BBRI Melesat

Rabu, 09 September 2026 | 00:23:01 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat ke level 6.686,44 pada Selasa (8/9/2026). Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan di tengah penguatan indeks, seperti AMMN, BBRI, hingga MDKA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 1,01 persen atau 66,76 poin menuju posisi 6.686,44. Indeks komposit kemarin mengawali perdagangan pada level 6.639,51 dan sempat menyentuh titik tertingginya di 6.696,28. Tercatat, sebanyak 363 saham menguat, 244 saham melemah, dan 185 saham stagnan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar menyentuh angka Rp11.697,73 triliun.

Kenaikan harga tertinggi pada kelompok saham big caps dibukukan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 5,90 persen ke Rp4.670 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 1,53 persen ke Rp2.650. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga melesat 1,19 persen menjadi Rp3.410.

Jajaran saham LQ45, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turut terangkat 9,80 persen ke level Rp560, lalu disusul saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang menguat 8,33 persen menjadi Rp3.120 per saham.

Sebelumnya, IHSG mengakhiri sesi I perdagangan kemarin dengan menguat 0,84 persen atau terangkat ke level 6.674,95. Penguatan ini sejalan dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing hingga penutupan sesi siang kemarin.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih tipis sebesar Rp83,37 miliar pada sesi I perdagangan Selasa (8/9/2026). Saham BBCA dan BUMI mendominasi daftar nilai transaksi asing di seluruh pasar.

Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas, total aksi beli asing pada sesi I mencapai Rp2,14 triliun, sedangkan total penjualan asing senilai Rp2,06 triliun. Saham perbankan milik BUMN dan swasta serta emiten pertambangan menjadi incaran utama investor asing.

Saham BBCA membukukan net foreign buy terbesar senilai Rp112,57 miliar dengan volume 16,87 juta saham. Urutan kedua ditempati emiten tambang tembaga dan emas AMMAN dengan net buy asing mencapai Rp109,34 miliar dan volume 24,03 juta saham.

Pada posisi berikutnya, saham BBRI mengumpulkan net buy Rp74,54 miliar (22,02 juta saham), disusul emiten migas ENRG sebesar Rp37,88 miliar (26,76 juta saham), dan RATU sebesar Rp26,39 miliar (5,58 juta saham).

Sebaliknya, tekanan jual oleh investor asing mendorong net foreign sell terbesar pada saham BUMI. Emiten tambang batu bara tersebut mencatatkan aksi lepas saham oleh asing sebesar Rp103,43 miliar dengan volume 453,71 juta saham. Saham TPIA menyusul di posisi kedua net sell asing senilai Rp48,76 miliar (24,73 juta saham), disusul BBNI sebesar Rp36,97 miliar (9,52 juta saham).

Adapun pada pembukaan perdagangan pukul 09.02 WIB, data BEI memperlihatkan IHSG sempat dibuka terkoreksi 0,02 persen ke posisi 6.685,39. Dari ratusan emiten, sebanyak 305 saham menguat, 180 melemah, dan 478 saham stagnan.

Pada penutupan sesi I siang hari, IHSG sempat terperosok 0,58 persen atau turun 38,94 poin menuju level 6.647,49. Sebanyak 268 saham menguat, 355 saham melemah, serta 168 saham stagnan dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp11.646,47 triliun.

Terkini