Produksi Migas MEDC Melesat 19 Persen Capai Target Semester I 2026

Rabu, 09 September 2026 | 01:21:01 WIB
Ilustrasi Offshore PSC PT Medco Energi Internasional Tbk.

JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan volume produksi minyak dan gas (migas) sebesar 170,1 thousand barrels of oil equivalent per day (MBoED) sepanjang semester I/2026, selaras dengan panduan kinerja yang dipatok perseroan untuk 2026.

Direktur & Chief Financial Officer MEDC Benny Setiawan menegaskan perseroan belum akan merubah panduan kinerja operasional kendati volume produksi semester I/2026 telah menyentuh batas atas dari target 2026.

"Untuk produksi ini merupakan target rata-rata untuk setahun penuh, sehingga kami juga mempertimbangkan jadwal pemeliharaan atau profil alam produksi lapangan," kata Benny dalam Public Expose, Rabu (9/9/2026).

Merujuk pada catatan operasional Medco sepanjang Januari—Juni 2026, realisasi produksi migas MEDC menyentuh 170,1 mboepd, melonjak 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini berada tepat dalam koridor target perseroan 2026 sebesar 165–170 mboepd.

Benny menguraikan bahwa aktivitas ekstraksi seperti pengeboran pada dasarnya mengalami tren penurunan alami harian di tiap lapangan. Karena itu, MEDC perlu terus menjalankan langkah perawatan, pengeboran baru, serta mitigasi risiko terhadap faktor luar seperti kondisi cuaca.

"Dengan mempertimbangkan semua itu kami harus mempertahankan guidance kami. Tentunya kami akan memantau perkembangan produksi dan apabila terdapat perubahan yang material terhadap panduan tentu kami akan sampaikan kepada publik," ujarnya.

Saat ini MEDC belum memublikasikan laporan keuangan semester I/2026. Namun pada kuartal I/2026, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 19,2 persen YoY menjadi US$668,3 juta, dengan kontributor terbesar berasal dari lini kontrak penjualan minyak dan gas.

Pada periode yang sama, EBITDA perseroan terangkat 5,7 persen YoY menjadi US$351,1 juta, sedangkan perolehan laba bersih melonjak 282,3 persen YoY mencapai US$67,4 juta.

"Melihat produksi semester pertama yang lebih tinggi, harga minyak yang membaik di kuartal kedua, serta disiplin biaya yang tetap terjaga, kami cukup percaya diri bahwa hasil keuangan semester pertama akan jauh lebih baik," tegasnya.

Menanggapi dinamika pasar komoditas global, harga minyak dunia sempat menembus US$90 per barel meski sempat merosot ke kisaran US$70 per barel pada Juli 2026.

Direktur & Chief Operating Officer MEDC Amri Siahaan membeberkan bahwa struktur harga produksi MEDC cukup seimbang, dengan sekitar 55 persen mengikuti fluktuasi pasar, sementara 45 persen terserap melalui kontrak harga tetap di pasar domestik.

Sistem bauran ini berfungsi sebagai lindung nilai alami (natural hedging) sehingga MEDC tangguh dalam menghadapi ketidakpastian harga. Selain itu, skema production sharing contract (PSC) cost recovery di pasar domestik turut menjamin pemulihan biaya operasional sebelum bagi hasil.

"Ini mengurangi dampak volatilitas harga. Dan kalau kami lihat, jadi seimbang semuanya. Jika harga minyak rendah berlanjut, kami memiliki fleksibilitas juga untuk mengurangi biaya produksi dan tentunya akan menyesuaikan kegiatan eksplorasi kami," pungkasnya

Terkini