ITMG Bidik Produksi Batu Bara Hingga 22,9 Juta Ton pada Tahun 2026

Rabu, 09 September 2026 | 01:29:01 WIB
PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

JAKARTA — Perusahaan pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menetapkan target volume produksi batu bara pada kisaran 22 juta ton hingga 22,9 juta ton untuk sepanjang tahun 2026.

Direktur Utama ITMG Mulianto menegaskan bahwa perseroan senantiasa berpedoman pada keputusan resmi pemerintah terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang disetujui dalam penetapan target operasional.

“ITMG terus menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berupaya mencapai target tahunan yang ditetapkan,” ucap Mulianto dalam konferensi pers Public Expose Live ITMG, Rabu (9/9/2026).

Mulianto membeberkan bahwa salah satu tantangan operasional yang membayangi perseroan pada semester II/2026 ini adalah fenomena cuaca El Nino yang memicu penurunan elevasi air Sungai Mahakam.

Guna meredam potensi gangguan tersebut, ITMG mengeksekusi sejumlah langkah antisipasi yang dirancang berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.

Bentuk mitigasi yang diterapkan antara lain dengan melakukan penyesuaian tonase muatan batu bara pada armada tongkang ke tingkat yang lebih aman demi menghindari risiko kapal kandas serta menjaga kelancaran jalur pengiriman.

Mulianto menambahkan bahwa saat ini perseroan tengah merampungkan pembahasan RKAB untuk periode 2027, sehingga angka target produksi tahun mendatang belum dapat dibeberkan ke publik. Perseroan bakal menyerahkan usulan tersebut kepada pemerintah terlebih dahulu.

“Kami harap proses ini dapat berjalan dengan lancar dan baik. Jadi, sedang dibahas dan dalam waktu dekat akan kami sampaikan kepada pemerintah,” tutur Mulianto.

Adapun hingga paruh pertama semester I/2026, akumulasi volume produksi ITMG tercatat mencapai 9,9 juta ton, sedikit berada di bawah pencapaian semester I/2025 yang tercatat sebesar 10,4 juta ton.

Kendati demikian, total volume penjualan perseroan justru mencatatkan kenaikan menjadi 12,3 juta ton pada semester I/2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai 11,7 juta ton.

Terkini