Strategi MedcoEnergi Redam Dampak Gejolak Harga Minyak Dunia

Rabu, 09 September 2026 | 01:58:01 WIB
Lapangan migas offshore yang dioperasikan Medco Energi di Kawasan Asia Tenggara [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) memaparkan strategi perseroan guna menyikapi volatilitas harga minyak dunia yang terjadi sepanjang tahun.

“Jika harga minyak rendah berlanjut, kami memiliki fleksibilitas juga untuk mengurangi biaya produksi dan tentunya akan menyesuaikan kegiatan eksplorasi kami,” kata Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi Amri Siahaan dalam paparan publik (public expose) yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Amri menilai bauran harga produksi MedcoEnergi tergolong cukup berimbang, yakni dengan porsi 55 persen mengacu pada harga pasar untuk kontrak ekspor, serta 45 persen dilepas lewat harga tetap (fixed price) untuk kebutuhan kontrak domestik.

“Khususnya kontrak-kontrak domestik, kebanyakan harganya fix. Kontrak-kontrak yang ekspor itu adalah mengikuti harga pasar. Jadi secara natural itu terjadi seperti natural hedging, sehingga kami itu bisa menghadapi harga pasar atau ekspos harga pasar dengan baik dan seimbang,” ujar dia.

Lebih lanjut, Amri turut menjelaskan ketersediaan skema pemulihan biaya operasi (cost recovery) bagi kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC).

Sistem tersebut dinilai mampu menjaga posisi finansial kontraktor agar cenderung lebih stabil jika disandingkan dengan mekanisme jual-beli murni atau gross split.

“Nah, selain itu untuk PSC dengan skema cost recovery, yang khususnya di Tanah Air itu memberikan pemulihan atas biaya operasi. Jadi atas biaya sebelum bagi hasil, sehingga mengurangi dampak volatilitas harga, dan kalau kami lihat jadi seimbang semuanya,” kata Amri.

Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami lonjakan pada hari Rabu menyusul memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memantik kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Kontrak berjangka untuk minyak mentah jenis Brent menguat 1,55 persen hingga menyentuh angka 99,44 dollar AS per barel.

Pada saat yang sama, kontrak berjangka minyak patokan AS jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turut terangkat 1,75 persen menjadi 94,66 dollar AS per barel.

Terkini