Langkah Aman Membersihkan Makeup pada Wajah Terpapar Abu Vulkanik

Rabu, 09 September 2026 | 02:20:31 WIB
Ilustrasi Wajah Terkena Paparan Abu Vulkanik.

JAKARTA — Menempelnya abu vulkanik pada area wajah tidak cuma berdampak pada sistem pernapasan. Partikel abu yang mengendap pada kulit dapat memicu iritasi, khususnya apabila bercampur dengan penggunaan produk riasan (makeup).

Keinginan untuk langsung menyeka atau membersihkan wajah seusai terpapar abu vulkanik memang kerap menjadi reaksi alami. Kendati demikian, menyeka wajah dengan cara menggosoknya saat butiran abu masih menempel justru berisiko mempertinggi gesekan pada lapisan kulit.

Merujuk pada penjelasan United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik memiliki karakteristik abrasif akibat tekstur partikelnya yang cenderung tajam. Saat bergesekan langsung dengan kulit, abu vulkanik berpotensi memicu timbulnya iritasi hingga ruam kemerahan.

Oleh sebab itu, material abu yang menempel pada kulit idealnya dibersihkan dengan cara dibilas, bukan digosok. Prinsip penanganan yang sama berlaku ketika permukaan wajah sedang terbalut oleh riasan.

Jangan Langsung Dilap

Ketika endapan abu vulkanik menempel di permukaan wajah yang terlapisi foundation, cushion, bedak, atau sunscreen, hindari tindakan terburu-buru menyekanya menggunakan tisu, kapas, maupun telapak tangan dalam kondisi kering.

Tekanan akibat gesekan dapat memaksa partikel abu yang tertahan di atas makeup bergesekan keras dengan kulit. Situasi ini berisiko memperparah tingkat iritasi, mengingat abu vulkanik memiliki dampak yang berbeda dari debu biasa.

Material abu vulkanik dapat membawa kandungan senyawa asam serta lapisan garam yang terbentuk saat kontak dengan gas vulkanik. Pada abu vulkanik yang masih segar, kandungan ini gampang mengiritasi permukaan kulit serta mata. Maka dari itu, tahap awal yang wajib dilakukan adalah meminimalkan timbunan abu secara perlahan.

Bilas Dulu, Baru Bersihkan Makeup

Apabila area wajah sudah terpapar abu vulkanik, pertolongan pertama yang dapat diterapkan adalah membilasnya memanfaatkan guyuran air bersih. Metode ini berguna untuk merontokkan partikel abu di atas kulit maupun riasan.

Setelah mayoritas lapisan abu luruh, proses pembersihan riasan bisa dilanjutkan menggunakan produk cleanser harian. Untuk jenis makeup tebal atau kedap air (waterproof), pemakai tetap dapat mengandalkan cleansing balm, cleansing oil, atau micellar water.

Akan tetapi, hindari mengusap kulit terlalu keras berulang kali, terlebih jika masih tersisa partikel abu. Setelah riasan terangkat sempurna, cuci kembali wajah dengan pembersih berformula lembut, bilas hingga bersih, lalu keringkan lewat tepukan halus menggunakan handuk bersih.

Tak Perlu Langsung Scrub Wajah

Proses pembersihan wajah seusai terkena paparan abu bukan berarti menuntut kulit untuk segera dieksfoliasi atau dibuat terasa amat kesat memakai scrub.

Penggunaan produk scrub di saat kulit baru saja terpapar abu justru sangat tidak disarankan. Alasannya, sifat dasar abu vulkanik sudah sangat abrasif sehingga tindakan eksfoliasi fisik justru menambah tingkat kerusakan kulit.

Apabila kondisi wajah sudah sepenuhnya bersih, usapkan pelembap bilamana kulit terasa kering maupun kaku. Untuk sementara waktu, batasi penggunaan produk perawat kulit yang berpotensi memicu sensitivitas berlebih.

Iritasi ringan umumnya berangsur membaik begitu kontak dengan abu dihentikan dan area kulit telah dibersihkan. Namun, kondisi kesehatan kulit tetap perlu dipantau secara berkala. Jika muncul Sensasi terbakar, kemerahan parah, pembengkakan, atau luka, segera konsultasikan kepada tenaga medis profesional.

Terkini