PGN Batam Khawatir Penimbunan Lahan Ganggu Pipa Gas Utama Sumatra

Rabu, 09 September 2026 | 02:23:32 WIB
Area Head PGN Batam Wendi Purwanto [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengkhawatirkan aktivitas penimbunan lahan di area sekitar jalur pipa transmisi gas kawasan Panaran yang berpotensi mengganggu keamanan pipa penyalur gas dari Sumatra menuju Batam.

Area Head PGN Batam Wendi Purwanto menyampaikan adanya kegiatan penimbunan lahan yang berlokasi tepat di samping jalur pipa transmisi tersebut.

"Sekarang ada aktivitas penimbunan di sebelah pipa transmisi. Ada satu titik yang menyeberangi pipa transmisi," kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Rabu (9/9/2026).

Menurut pandangannya, PGN merasa cemas akan tekanan beban dari pergerakan kendaraan serta alat berat yang melintas di atas jaringan pipa tersebut.

Situasi itu dinilai mendatangkan risiko besar bagi keselamatan infrastruktur yang memegang peranan sebagai perlintasan utama pasokan gas ke Batam.

"Kami khawatir kalau ada kendaraan lewat itu ada beban yang menekan pipa. Kami takut ada apa-apa dengan pipanya," ujarnya.

Wendi memaparkan bahwa pipa transmisi tersebut berukuran diameter 28 inci dan menjadi urat nadi penyaluran pasokan gas dari Sumatra ke Batam.

Jalur pengiriman ini terbentang mulai dari Kuala Tungkal, Jambi, menembus bawah laut hingga mendarat di Panaran, Batam.

Setelah itu, pipa jaringan gas melintas menuju kawasan Dapur 12 Batam menuju Pulau Pemping, hingga berakhir di Singapura.

Mengingat peranannya sebagai tumpuan utama pasokan gas Batam, Wendi menambahkan, kendala pada pipa tersebut dapat berimbas langsung pada kelancaran distribusi gas dan pasokan energi, termasuk pembangkit energi listrik di wilayah Batam.

"Ini satu-satunya pipa menuju Batam untuk distribusi dan jaringan kelistrikan. Kalau sampai terjadi gangguan, Batam bisa padam dan penyaluran ke Singapura juga berhenti," katanya.

Wendi menegaskan bahwa keberadaan pipa tersebut berstatus sebagai objek vital nasional yang wajib dilindungi keamanannya.

Ia menilai, pertimbangan faktor keselamatan mesti diutamakan sebelum ada aktivitas pekerjaan yang dilakukan di sekitar area perlintasan pipa.

"Ini adalah salah satu objek vital dan harus dijaga. Jalurnya hanya satu yang menuju Batam dan kalau ada apa-apa bisa dipastikan blackout di Batam," katanya.

Terkini