Capex Jasa Marga Terserap Rp4,4 Triliun untuk Kebut 5 Proyek Tol

Rabu, 09 September 2026 | 02:49:31 WIB
Gerbang Tol Tomang [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencatatkan penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp4,4 triliun pada semester I/2026 dari total estimasi alokasi senilai Rp12 triliun untuk tahun 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengutarakan bahwa alokasi belanja modal tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta investasi pembangunan lima proyek jalan tol yang sedang digarap.

Lini lima proyek yang menjadi fokus alokasi belanja modal tersebut mencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi Setu—Sadang, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Jogja-Bawen, Jalan Tol Jogja-Solo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.

“Serapan capex tahun ini sangat tergantung pada realisasi di lapangan tentunya. Namun, kami estimasikan bahwa capex investasi hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp12 triliun," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, Rivan menegaskan bahwa penyerapan dana difokuskan pada pengoptimalan jadwal konstruksi dan pengoperasian secara berkala demi menjamin kesehatan kondisi finansial perseroan.

Kedisiplinan tata kelola alokasi modal ini turut menopang kinerja keuangan perseroan di paruh pertama tahun ini. JSMR membukukan raihan laba bersih mencapai Rp1,91 triliun pada semester I/2026, atau tumbuh 2,0% secara tahunan (year on year/YoY).

Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,6% YoY hingga menyentuh Rp10,31 triliun. Secara terperinci, raihan itu terdiri atas pendapatan jalan tol senilai Rp9,5 triliun dan pendapatan lini usaha lainnya sebesar Rp798,2 miliar.

Pada periode yang sama, perolehan EBITDA perseroan tercatat tumbuh 8,1% YoY menjadi Rp6,99 triliun dengan marjin EBITDA yang terjaga stabil pada level 67,8%.

Mengenai rincian proyek, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati memaparkan progres pada proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, Jogja-Solo, Probolinggo-Banyuwangi, Jakarta-Cikampek II Selatan, serta Akses Patimban.

Pada segmen Jalan Tol Jogja-Bawen seksi Yogyakarta—SS Banyurejo, perseroan tengah menuntaskan tahap provisional hand over (PHO) sebelum dilanjutkan ke tahap uji laik fungsi pada seksi SS Ambarawa—Junction Bawen.

Selanjutnya, pada lintasan Jalan Tol Jogja-Solo, seksi Kartasura—Prambanan telah beroperasi komersial, sementara seksi Prambanan—Maguwoharjo dan Trihanggo—Junction Sleman masih dalam proses pengerjaan konstruksi.

“Terakhir, jalan tol Tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 49,68 km yaitu Probolinggo—Situbondo Barat telah selesai,” ucap Ari.

Ia menambahkan, saat ini Ruas Tol Paiton—Besuki sedang memasuki tahap uji laik fungsi dan operasi (ULFO) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan operasional yang ditargetkan mulai awal 2027.

Hingga kurun akhir Juni 2026, JSMR mengelola 36 konsesi jalan tol sepanjang 1.736 km, dengan 1.294 km di antaranya sudah beroperasi penuh. Porsi ini menguasai sekitar 42% dari total seluruh jaringan jalan tol beroperasi di Indonesia.

Dari aspek skema pendanaan, JSMR mengaplikasikan skema 30% dari kas internal dan 70% dari pendanaan eksternal perbankan maupun pasar modal. Profil risiko utang perseroan terpantau terkendali dengan gearing ratio di angka 1,2 kali dan interest coverage ratio (ICR) sebesar 3,9 kali. 

Manajemen mematok target gearing ratio tetap berada di bawah 1,5 kali dan ICR di atas 2,5 kali hingga akhir tahun guna menjaga likuiditas tetap aman.

Terkini