Redakan Rasa Cemas dengan Teknik Pernapasan Bee's Breath

Rabu, 09 September 2026 | 03:52:31 WIB
Ilustrasi bernapas [FOTO: NET].

JAKARTA - Rasa cemas tidak sekadar berdampak pada kondisi pikiran, melainkan sanggup memicu reaksi fisik pada tubuh, seperti detak jantung yang memburu, ketegangan otot, hingga tempo napas yang kian cepat.

salah satu metode yang dapat diterapkan untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks yakni breathwork, yaitu bentuk latihan dengan mengendalikan ritme pernapasan secara sadar.

Terdapat beraneka pilihan teknik breathwork yang bisa dimanfaatkan guna meredam respons fisik akibat paparan stres. Salah satu yang populer yakni Bee’s Breath atau yang dikenal sebagai metode Bhramari.

Menurut keterangan terapis pernapasan klinis berlisensi, Alissa Powell, praktik breathwork sanggup difungsikan demi menggapai target fisiologis maupun psikologis tertentu.

Teknik Bee’s Breath untuk Bantu Redakan Cemas

Cara Melakukan Bee’s Breath Teknik Bee’s Breath dipraktikkan dengan cara menghirup udara perlahan lewat hidung. Selanjutnya, embuskan udara dalam kondisi bibir terkatup sembari memproduksi suara berdengung yang halus dan berdurasi panjang.

Suara berdengung tersebut membuat durasi pengeluaran napas berlangsung lebih tenang dan perlahan. Efek getaran yang tercipta di area sekitar tenggorokan serta saluran napas atas turut menghadirkan sensasi yang mampu menjadi muara fokus saat pikiran tengah berkecamuk.

Powell menerangkan bahwa metode ini efektif menuntun seseorang memindahkan pusat perhatian dari pusaran pikiran yang terus berpacu menuju sensasi fisik yang dirasakan oleh tubuh.

“Dengungan secara alami mendorong embusan napas yang lebih lambat dan panjang,” ungkapnya.

Metode Bee’s Breath juga memiliki keterkaitan dengan simpul jalur sensorik yang terhubung langsung ke saraf vagus. Saraf tersebut memegang peranan krusial dalam mengendalikan sistem saraf parasimpatik sekaligus menjalin komunikasi antara otak dengan organ tubuh.

Namun demikian, Powell tidak mengategorikan metode ini semata-mata sebagai instrumen untuk menstimulasi saraf vagus secara langsung.

Menurut pertimbangannya, Bee’s Breath lebih pas diartikan sebagai teknik pendukung bagi jejaring mekanisme saraf serta fungsi fisiologis yang berperan memicu relaksasi dan penyesuaian sistem saraf otonom.

Jangan Bernapas Terlalu Dalam Kendati ditujukan untuk menciptakan ketenangan pada tubuh, latihan breathwork tidak diartikan harus menghirup pasokan udara sebanyak-banyaknya. Bagi pemula yang baru memulai, sesi latihan dapat diawali dalam durasi kurun beberapa menit terlebih dahulu.

Usai mulai terbiasa, aktivitas ini dapat dijalankan secara konsisten setiap harinya.

Powell menggarisbawahi bahwa inti latihan bukan berpatokan pada seberapa banyak volume udara yang dihirup, melainkan bagaimana menciptakan alur napas yang terasa aman, rileks, tenang, serta terkontrol.

“Tujuannya bukan mengambil udara sebanyak mungkin,” tutur Powell.

Pola napas yang terlampau dalam atau terlalu cepat malahan berisiko memicu rasa cemas yang makin hebat pada sebagian orang. Situasi tersebut sanggup mengikis kadar karbon dioksida di dalam tubuh hingga mendatangkan sensasi pusing melayang, efek kesemutan, maupun jantung yang berdegup kencang.

Maka dari itu, eksekusi Bee’s Breath idealnya dipraktikkan memakai ritme yang nyaman tanpa ada unsur paksaan. Apabila muncul sensasi yang tidak nyaman, sesi latihan dapat langsung dihentikan.

Terkini