Prabowo: Kalau Nyontek yang Baik Boleh, Saya Ikuti Karier Politik SBY

Kamis, 10 September 2026 | 18:07:01 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi sambutan pada acara Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu (9/9/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam atas sokongan politik yang diberikan oleh Partai Demokrat beserta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhitung sejak ajang Pemilu 2019 hingga 2024.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prabowo tatkala menyampaikan pidato di hadapan publik dalam perhelatan puncak HUT ke-25 Partai Demokrat yang bertempat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (9/9/2026).

Menurut penjelasan Prabowo, jalinan dukungan kuat tersebut terjalin secara alamiah lantaran dirinya bersama Partai Demokrat berbagi kesamaan visi serta prinsip fundamental dalam mengawal kepentingan rakyat.

"Saya terima kasih atas dukungan Partai Demokrat sejak 2019, 2024 sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye karena kami memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," kata Prabowo.

Ia menambahkan bahwa latar belakang dirinya dan SBY sama-sama pernah mengabdi sebagai perwira tinggi militer di lingkungan TNI. Kendati demikian, keduanya ditempa sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat dan dibina untuk senantiasa mengabdikan diri kepada masyarakat.

"Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi kami TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat. Kami dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemahaman mendalamnya bahwa institusi militer hakikatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari rakyat itu sendiri. Oleh karena itu, manakala seseorang berniat melanjutkan dharma bakti melalui gelanggang politik, maka arena demokrasi dan perolehan mandat rakyat adalah mutlak.

"Kami justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kami ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kami harus menjalankan politik itu melalui demokrasi," tutur Prabowo.

Lebih lanjut, ia menjadikan rekam jejak perjalanan politik SBY sebagai salah satu teladan nyata. Selepas menuntaskan masa pengabdian militer dan pensiun dari dinas kemiliteran, SBY mendirikan Partai Demokrat serta terjun langsung menyapa rakyat guna memperoleh legitimasi mandat pemilu.

"Saya kira Pak SBY memberi contoh, pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat," katanya.

Prabowo mengaku bahwa dirinya turut menempuh langkah serupa dengan membentuk wadah partai politik serta memohon kepercayaan langsung dari masyarakat. Walaupun demikian, ia harus melalui pahitnya kegagalan dalam empat kali kontestasi sebelum akhirnya sukses merebut kemenangan pada Pilpres 2024.

"Demikian juga saya. Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat. 4 kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyoroti dinamika perjalanan Partai Demokrat yang pernah merasakan masa kejayaan di puncak kekuasaan maupun fase berada di luar lingkaran pemerintahan. Ia berseloroh menggunakan diksi yang lebih halus guna menggambarkan pengalaman politik partai tersebut.

"Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak," ucapnya.

Di mata Prabowo, Partai Demokrat senantiasa memperlihatkan gestur politik yang relatif matang dan terkendali sewaktu menduduki posisi di luar pemerintahan. Pihaknya menilai partai tersebut tidak lantas melampiaskan kekalahan elektoral dengan melakukan tindakan destruktif.

"Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," kata Prabowo.

Dirinya mengeklaim bahwa pola sikap serupa senantiasa diupayakan tatkala mengalami rentetan kekalahan dalam empat kali perhelatan pilpres. Ketimbang menyerah pada keadaan, ia memilih legawa menerima hasil pemilihan dan kembali menyiapkan diri menyongsong kompetisi berikutnya.

"Saya waktu 4 kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kami maju lagi," ujar Prabowo.

Terkini