Taufik Hidayat Pesan Atlet Asian Games 2026 Fokus Kejar Prestasi

Kamis, 10 September 2026 | 18:15:02 WIB
Mantan pebulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat mengimbau segenap atlet Indonesia agar tidak menempatkan bonus sebagai fokus utama ketika bertanding dalam ajang Asian Games 2026. 

Menurut pandangannya, bonus merupakan wujud konsekuensi logis yang lahir setelah seorang atlet sukses menorehkan prestasi gemilang.

Taufik, yang dahulu pernah berkecimpung sebagai pebulu tangkis andalan nasional, mengaku sangat memahami dinamika perjuangan berat yang harus dilalui atlet dalam merintis prestasi. Oleh karena itu, ia berharap para atlet dapat mengutamakan pencapaian performa maksimal terlebih dahulu sebelum memikirkan besaran penghargaan yang bakal dibawa pulang.

"Bonus itu kan datang kalau kami ada prestasi. Jadi saya harap atlet-atlet di sini mindset-nya nggak bonus dulu, prestasi dulu. Kalau bonus dulu prestasinya nggak ada kan nggak ada juga," kata Taufik usai menghadiri pelepasan kontingen Asian Games 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Meskipun demikian, ia menilai bahwa nominal bonus yang sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto tetap bisa berfungsi sebagai pelecut motivasi tambahan bagi para atlet. Namun, apresiasi tersebut semestinya tidak sampai mengaburkan esensi tanggung jawab utama atlet dalam mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga internasional.

Taufik mengingatkan bahwa kesempatan mengenakan seragam kontingen Indonesia merupakan sebuah kehormatan besar. Presiden Prabowo sempat menyoroti bahwa dari total populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, hanya sekitar 400-an atlet terpilih yang memperoleh keistimewaan untuk berjuang di Asian Games.

"Pak Presiden sangat mengapresiasi dari 280 juta sekian hanya 400 sekian atlet yang berangkat. Mudah-mudahan ini jadi satu motivasi, tanggung jawab juga," ujarnya.

Ia menaruh harapan besar agar suntikan semangat serta apresiasi dari Kepala Negara tersebut mampu mendongkrak daya juung atlet guna mengerahkan kemampuan terbaiknya selama berlaga di Jepang.

Berkenaan dengan hal itu, Taufik turut mencontohkan figur lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan, yang bersiap melakoni penampilan perdananya yang keenam di ajang Asian Games. Konsistensi Eko dalam merawat prestasi lintas generasi dinilai layak dijadikan suri teladan bagi para atlet muda.

"Apalagi kayak Eko Yuli, ini Asian Games yang udah yang keenam. Enam kali empat tahun, panjang banget kan masih tetap mengejar untuk prestasi," kata Taufik.

Dirinya berharap rekam jejak panjang sang atlet senior mampu menginspirasi generasi muda agar sanggup menjaga konsistensi karier serta performa berprestasi dalam rentang waktu yang panjang.

"Ini mudah-mudahan juga jadi contoh untuk yang muda-muda. Eko Yuli dengan udah Asian Games yang keenam aja besok berangkat, apalagi buat yang baru-baru," ujarnya.

Bagi Taufik, menjaga kesinambungan prestasi merupakan tantangan tersendiri yang wajib ditaklukkan oleh setiap atlet. Ia berharap para atlet tidak sekadar mentereng dalam satu kejuaraan saja, melainkan konsisten mempertahankan level kompetitifnya di pelbagai multievent internasional.

"Jadi mereka bisa langgeng, berprestasi bisa langgeng," tutur Taufik.

Menyinggung perihal asal-usul sumber dana bonus yang dijanjikan Presiden, Taufik meluruskan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata dibebankan kepada anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saja. Menurutnya, pemerintah pusat bertindak sebagai satu kesatuan utuh dalam memberikan bentuk apresiasi kepada atlet yang sukses mengharumkan bangsa.

"Ini kan baru Pak Presiden baru bilang ya nanti. Yang pasti kan bukan dari Kemenpora, ini kan dari Indonesia ya. Presiden, Kemenpora itu satu jadi satu bagian itu," kata Taufik.

Ia menambahkan bahwa skema pengalokasian penghargaan tersebut bukanlah hal yang baru, mengingat pola serupa telah lazim diterapkan pada berbagai perhelatan olahraga internasional di masa lampau, seperti SEA Games hingga Olimpiade.

"Sama lah kayak yang lalu-lalu kan SEA Games, Olympic juga sama," ujarnya.

Terkini